Liputan6.com, Washington D.C - Rusa liar yang menjadi hewan peliharaannya selama 12 tahun justru membalas pengabdian nenek di Amerika Serikat dengan serangan brutal yang membuatnya tewas di dalam kandang pada 15 November.
Hewan peliharaan yang diadopsi dari alam liar tetap tidak akan menghilangkan insting berburunya untuk selalu menerkam mangsa. Tetapi kematian yang diduga dari serangan oleh rusa peliharaannya ini dibantah putrinya, Jennifer Bryan, dengan menegaskan bahwa hewan tersebut tidak membunuh sang ibu.
Advertisement
Jodi Proger (64) yang seorang pemilik rusa bernama Wheezer ini adalah penyelamat rusa liar yang dimulai pada 2013. Saat itu, ia memutuskan untuk membawa anak rusa (Wheezer) setelah melihatnya sedang menunggu sang induk di pinggir jalan karena tewas tertabrak mobil, dilansir dari Daily Express, Kamis (11/12/2025).
Jiwa Pencinta Hewan yang Kuat
Berbagai momen pun diunggahnya di akun Facebook miliknya, seperti foto yang menunjukkan Wheezer beradaptasi dengan barang-barang di dalam rumahnya, bersantai di sofa, dan beristirahat di kasur.
Lokasi yang digunakan untuk rehabilitas rusa berekor putih pun di lahan seluas lima hektar miliknya, di Stewartsville, Ohio, sebuah kota kecil sekitar 130 mil di Colombus.
Kecintaannya kepada rusa semakin besar dan ia berusaha memenuhi segala kebutuhan hingga menyediakan tempat perlindungan yang lebih luas untuk empat rusa betina dan jantan lainnya.
Meskipun ancaman dari para pejabat akan mengambil Wheezer dan melarang untuk merawat rusa-rusa lain, ia berhasil mempertahankan hak asuh hewan peliharaannya dan memiliki izin resmi setelah memenuhi persyaratan.
Membantah Tuduhan Kematian Sang Ibu
Tubuh rusa yang telah dirawatnya tumbuh sangat besar dengan berat 136 kilogram ini memunculkan dugaan bahwa Wheezer mungkin menjadi penyebab kematian Proger, mengingat ukuran tubuhnya dapat menjadi ancaman bagi manusia. Terlebih lagi, fakta bahwa korban ditemukan di dalam kandang cukup menjadi bukti kuat untuk kasus ini.
Namun, putrinya tetap menolak dugaan dan berbagai kecurigaan yang mengaitkan kematian ibunya dengan Wheezer.
"Ibu saya bekerja di wilayah Belmont untuk menyelamatkan dan membantu banyak hewan selama hidupnya, sehingga ini adalah tragedi menyedihkan yang pantas mendapatkan penghormatan dan waktu untuk berduka," ucapnya yang menekankan kata pada 'penghormatan.'
Pernyataan itu sekaligus mengungkap jasa dan dedikasi sang ibu selama hidupnya dalam merawat rusa-rusa liar. Kisah hidupnya yang telah dihabiskan bersama Wheezer juga menjadi inspirasi bagi banyak orang tentang kepedulian dan keberanian dalam menyelamatkan makhluk hidup.