Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran hebat melanda gedung perkantoran Terra Drone di Jalan Letjen Suprapto, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2025), menewaskan puluhan orang. Jenazah para korban langsung dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati.
Kepala RS Polri, Brigjen Polisi Prima Heru Yulihartono mengungkapkan, jenazah korban belum bisa diidentifikasi. Sebab, pihaknya masih menunggu surat dari penyidik untuk dilakukan pemeriksaan dan identifikasi sesuai dengan SOP (Standard Operating Procedure) yang berlaku.
Advertisement
“Saat ini kita belum melakukan pemeriksaan karena belum ada permintaan dari penyidik. Kita nunggu surat dari penyidik untuk dilakukan pemeriksaan dan identifikasi,” jelas Prima.
Masih belum diketahui keadaan tubuh jenazah yang dibawa ke RS Polri. Prima belum bisa memastikan apakah kondisi tubuh korban utuh atau terdapat potongan-potongan tubuh.
Pihaknya tidak dapat memastikan kapan pemeriksaan akan dilakukan. Dia mengatakan, saat ini Polri masih berkoordinasi dengan pihak penyidik untuk melakukan tindakan lebih lanjut.
“Ya nanti kami koordinasi dengan penyidik” ungkap Prima.
Selain itu, Prima turut menjelaskan Polri akan terus berkoordinasi dengan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda Metro. Proses pemeriksaan korban juga bergantung pada izin dari keluarga.
Terima 21 Kantong Jenazah
Prima menyampaikan duka mendalam atas peristiwa kebakaran di Kebayoran tersebut. Hingga pukul 17.25 WIB, sudah terdapat 21 kantong jenazah yang diterima oleh RS Polri Kramat Jati.
“Pertama-tama, kami mengucapkan ikut berduka cita atas kejadian kebakaran gedung di Kemayoran. Saat ini, Rumah Sakit Bhayangkara tingkat satu Pusdokkes Polri telah menerima 21 kantong jenazah,” ujar Prima.
Prima menjelaskan, pihak RS Polri terbuka terhadap keluarga korban. Dia menuturkan, untuk keluarga yang merasa kehilangan kerabatnya dipersilakan untuk melapor.
Keluarga yang merasa kehilangan diarahkan untuk segera menginformasikan ke Rumah Sakit Bhayangkara tingkat satu Pusdokkes Polri di gedung DVI.
Sudah Ada Keluarga Korban yang Datang
Prima menyebut, sudah ada satu keluarga korban yang datang dan melapor ke Posko Ante Mortem. Pada posko ini, pihak kepolisian dapat dengan mudah mengidentifikasi korban melalui data yang bersumber dari keluarga korban, khususnya data-data korban sebelum meninggal.
“Saat ini sudah ada beberapa keluarga yang sudah datang di Posko Ante Mortem,” katanya.
Keluarga yang merasa kehilangan diminta untuk membawa foto sebagai tanda pengenal, khususnya foto-foto yang dapat mengidentifikasi korban, seperti foto gigi ataupun sidik jari korban.
“Permohonan kami untuk keluarga yang kehilangan, bisa membawa foto dari korban yang terlihat gigi dan identitas lainnya. Mungkin ada gambar sidik jari dan lain-lain,” ucap Prima.
Meski masih menunggu surat dan persetujuan keluarga korban, Prima menegaskan pihaknya sudah siap untuk melakukan pemeriksaan. Terdapat sebelas tim yang akan diturunkan untuk menangani jasad korban meninggal akibat kebakaran tersebut.
“Tim kita sudah siap, bahwa tim antemortem, tim postmortem, tim DNA, dan kita sudah kerjasama dengan UI juga. Kita sudah koordinasi dengan UI maupun INAFIS (Indonesia Automatic Fingerprint Identification System),” pungkasnya.
Penyebab Kebakaran
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Chondro mengungkapkan, kebakaran diduga dipicu oleh baterai yang terbakar di lantai satu gedung. Area tersebut diketahui sebagai gudang penyimpanan sehingga api dengan cepat menjalar ke lantai lain.
"Ada baterai di lantai 1 yang terbakar dan sempat dipadamkan oleh karyawan, ternyata baterai yang terbakar menyebar karena lantai 1 adalah gudangnya," ujar Susatyo saat ditemui di lokasi.
Api yang cepat membesar membuat asap pekat segera memenuhi lantai dua, tiga, hingga enam. Pada saat kejadian, sebagian karyawan sedang berada di luar untuk makan siang. Namun, sejumlah lainnya masih berada di dalam ruangan untuk beristirahat.
"Karyawan sedang makan berada di luar dan sebagian lagi istirahat di lantai 2, 3, dan 6. Api semakin membesar, asap naik ke lantai 6," ujar Susatyo.
Yang mengejutkan, beberapa korban tidak ditemukan dengan luka bakar, melainkan dalam kondisi lemas diduga akibat kekurangan oksigen.
"Korban-korban yang kami lihat tidak dalam luka bakar tapi lemas," ujarnya.