RS Polri Terima 21 Kantong Jenazah Korban Kebakaran Gedung Terra Drone

Gedung Terra Drone terbakar hebat pada Selasa (9/12/2025) siang.

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 09 Desember 2025, 17:58 WIB
Kepala Rumah Sakit (Karumkit) RS Polri Kramat Jati, Brigjen Prima Heru Yulihartono

Liputan6.com, Jakarta - Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati menerima 21 kantong jenazah korban kebakaran Gedung Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat. Gedung Terra Drone terbakar hebat pada Selasa (9/12/2025) siang.

"Saat ini, Rumah Sakit Bayangkara tingkat satu Pusdokkes Polri telah menerima 21 kantong jenazah," kata Kepala Rumah Sakit (Karumkit) RS Polri Kramat Jati, Brigjen Prima Heru Yulihartono, Selasa sore.

Prima mengatakan, proses identifikasi korban belum dilakukan karena masih menunggu surat resmi dari penyidik.

Bagi keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya, Prima meminta segera datang ke Gedung DVI di RS Bhayangkara Kramat Jati dengan membawa data pendukung seperti foto korban (terutama yang terlihat gigi), sidik jari, dan identitas lain.

11 Tim Dilibatkan untuk Identifikasi Korban

Prima mengatakan, RS Polri menurunkan 11 tim untuk mengidentifikasi korban kebakaran Gedung Terra Drone. Tim segera bekerja setelah mendapat surat dari penyidik.

Dia menambahkan, lamanya proses identifikasi tergantung pada kondisi jenazah. Koordinasi dengan Bidokes Polda Metro Jaya juga terus dilakukan untuk memastikan jumlah total kantong jenazah.

"Perkiraan berapa lama pemeriksaan tergantung dari kesukaran dari korban, kondisi korban," kata Prima.

Penyebab Kebakaran

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Chondro mengungkapkan, kebakaran diduga dipicu oleh baterai yang terbakar di lantai satu gedung. Area tersebut diketahui sebagai gudang penyimpanan sehingga api dengan cepat menjalar ke lantai lain.

"Ada baterai di lantai 1 yang terbakar dan sempat dipadamkan oleh karyawan, ternyata baterai yang terbakar menyebar karena lantai 1 adalah gudangnya," ujar Susatyo saat ditemui di lokasi.

Api yang cepat membesar membuat asap pekat segera memenuhi lantai dua, tiga, hingga enam. Pada saat kejadian, sebagian karyawan sedang berada di luar untuk makan siang. Namun, sejumlah lainnya masih berada di dalam ruangan untuk beristirahat.

"Karyawan sedang makan berada di luar dan sebagian lagi istirahat di lantai 2, 3, dan 6. Api semakin membesar, asap naik ke lantai 6," ujar Susatyo.

Yang mengejutkan, beberapa korban tidak ditemukan dengan luka bakar, melainkan dalam kondisi lemas diduga akibat kekurangan oksigen.

"Korban-korban yang kami lihat tidak dalam luka bakar tapi lemas," ujarnya.

Hingga pukul 15.30 WIB, jumlah korban meninggal mencapai 17 orang. Seluruh korban telah dibawa ke RS Polri untuk proses identifikasi, sementara petugas pemadam kebakaran masih melakukan pendinginan dan penyisiran di setiap lantai gedung.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya