Sungai Batang Toru Dipenuhi Kayu Gelondongan Saat Banjir, Perusahaan di Hulu Sungai Garoga Diperiksa

Polisi menyebut PT TBS yang berlokasi di hulu sungai Garoga, Batang Toru, Sumatra Utara melakukan landclearing.

oleh Tim NewsDiterbitkan 09 Desember 2025, 13:03 WIB
Warga desa memotong kayu-kayu yang hanyut oleh banjir bandang di Garoga, Provinsi Sumatera Utara, pada Kamis 4 Desember 2025. Banjir bandang di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, yang terjadi pada akhir November 2025 lalu membawa serta kayu-kayu gelondongan dalam jumlah besar. (YT HARIONO/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Bareskrim bakal memeriksa perusahaan yang berada di hulu sungai Garoga, Batang Toru, Sumatra Utara. Pemeriksaan dilakukan guna mendalami asal usul banyaknya kayu gelondongan yang muncul saat banjir dan longsor melanda daerah Sumatra Utara.

"Kegiatan penyelidikan oleh tim akan dilanjutkan dengan pemeriksaan salah satu perusahaan yang berada di Hulu Sungai Garoga yang terindikasi adanya kegiatan landclearing oleh perusahan PT TBS tersebut," kata Direktur Tipidter Bareskrim Polri, Brigjen Mohammad Irhamni, Selasa (9/12).

Kepolisian lebih dulu akan menginventarisasi kayu yang berada di pesisir laut.

"Apakah akibat bencana atau ada campur tangan manusia terkait kayu-kayu gelonggongan tersebut," sebutnya.

Penyelidikan serupa juga dilakukan kaitan dengan gelondongan kayu saat banjir bandang di Sungai Tamiang, Aceh.

"Proses penyidikan akan difokuskan pada kegiatan ilegal logging yang terjadi di sepanjang hulu sungai Tamiang, Aceh," ujarnya.

Kepala Desa Ikut Diperiksa

Tumpukan-tumpukan kayu gelondongan ini merupakan material yang terbawa arus banjir bandang yang terjadi Selasa (25/11/2025) lalu. Tampak dalam foto, personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) mencari korban banjir di Batang Toru, Sumatra Utara, Selasa 2 Desember 2025. (AP Photo/Binsar Bakkara)

Kepolisian juga memeriksa sejumlah saksi meliputi kepala desa. Mereka juga sudah mendirikan posko yang didirikan 3 km dari TKP DAS Garoga.

"Di sekitar TKP ini, 27 sampel kayu telah diambil, police line terpasang, dan dua jembatan telah diperiksa," ucapnya.

Barang bukti berupa kayu juga telah disisihkan, dispesifikasikan dan dikategorikan oleh ahli. Lalu, jenis kayu itu dominan karet, ketapang, durian dan lainnya.

"Barang bukti kayu telah disisihkan, dispesifikasikan, dan dikategorikan oleh ahli. Identifikasi kayu menunjukkan beberapa kategori. Kayu hasil gergajian, kayu yang dicabut bersama akar (alat berat), kayu hasil longsor dan kayu hasil pengangkutan loader," jelasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya