Liputan6.com, Jakarta - Saham PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai emiten ke-25 pada Senin, (8/12/2025). Saat pencatatan perdana, harga saham RLCO ditutup melonjak signifikan hingga penutupan sesi pertama. Lalu bagaimana dengan kapitaisasi pasar saham RLCO?
Mengutip data RTI, harga saham RLCO melonjak 34,52%. Harga saham RLCO dibuka melesat Rp 58 ke posisi Rp 226 per saham. Harga saham RLCO berada di level tertinggi Rp 226 dan level terendah Rp 226 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 7.886 kali dengan volume perdagangan 15.147 saham. Nilai transaksi Rp 447,9 juta. Seiring kenaikan harga saham RLCO, kapitalisasi pasarnya tercatat Rp 706,25 miliar.
Advertisement
Sementara itu, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menembus level tertinggi baru. IHSG hari ini naik 0,83% ke posisi 8.704,27 pada sesi pertama. Indeks saham LQ45 melonjak 0,88% ke posisi 854,68. Sebagian besar indeks acuan menghijau.
Pada sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 8.720,09 dan level terendah 8.642,06. Sebanyak 390 saham menguat sehingga angkat IHSG. 254 saham melemah dan 157 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan 1.790.924 kali dengan volume perdagangan saham 34,4 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 12,9 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.685.
Sementara itu, dari 11 sektor saham, sektor saham industri melemah 2,09%. Sektor saham kesehatan naik 2,62%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham infrastruktur melesat 2,54% dan sektor saham energi serta teknologi masing-masing menguat 2,3%.
Sektor saham basic naik 0,27%, sektor saham consumer nonsiklikal mendaki 0,94%, sektor saham consumer siklikal bertambah 1,6%, sektor saham keuangan melesat 0,89%. Kemudian sektor saham properti bertambah 0,47%, sektor saham transportasi mendaki 1,62%.
Produsen Sarang Burung Walet Ini jadi Pendatang Baru di BEI
Sebelumnya, PT Abadi Lestari Indonesia Tbk, produsen sarang burung walet mencatatkan saham perdana sebagai emiten ke-25 pada 2025, Senin (7/12/2025). Perseroan memakai kode saham RLCO sebagai pendatang baru di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Mengutip keterbukaan informasi BEI, Senin pekan ini, PT Abadi Lestari Indonesia Tbk mencatatkan saham perdana di papan pengembangan dengan jumlah saham tercatat 3,125 miliar saham. Jumlah saham yang dicatatkan itu terdiri dari saham pendiri sebesar 2,5 miliar saham dan penawaran umum atau initial public offering (IPO) sebesar 625 juta saham dengan nilai nominal Rp 50 per saham.
Perseroan menetapkan harga saham perdana sebesar Rp 168 per saham. Dengan demikian, perseroan meraup dana Rp 105 miliar dari IPO.
PT Abadi Lestari Indonesia Tbk akan memakai dana IPO sekitar 56,33% untuk pemenuhan modal kerja perseroan. Modal kerja tersebut untuk rencana pembelian bahan baku yakni sarang burung wallet. Sisanya sekitar 43,67% akan disetorkan kepada PT Realfood Winta Asia dalam bentuk penyertaan modal untuk rencana pembelian bahan baku.
Dalam pelaksanaan IPO ini, perseroan telah menunjuk PT Samuel Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek dan penjamin emisi efek.
Setelah IPO, pemegang saham perseroan antara lain PT Realco Omega Investama sebesar 77,60% dari sebelumnya 97%, Edwin Pranata sebesar 2,32% dari sebelumnya 2,9%, Budiono sebesar 0,04% dari sebelumnya 0,05%, Edi Haryanto sebesar 0,04% dari sebelumnya 0,05% dan masyarakat sebesar 20%.
Komitmen Pemegang Saham
Sebelumnya, PT Abadi Lestari Indonesia Tbk, produsen sarang burung walet mencatatkan saham perdana sebagai emiten ke-25 pada 2025, Senin (7/12/2025). Perseroan memakai kode saham RLCO sebagai pendatang baru di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Mengutip keterbukaan informasi BEI, Senin pekan ini, PT Abadi Lestari Indonesia Tbk mencatatkan saham perdana di papan pengembangan dengan jumlah saham tercatat 3,125 miliar saham. Jumlah saham yang dicatatkan itu terdiri dari saham pendiri sebesar 2,5 miliar saham dan penawaran umum atau initial public offering (IPO) sebesar 625 juta saham dengan nilai nominal Rp 50 per saham.
Perseroan menetapkan harga saham perdana sebesar Rp 168 per saham. Dengan demikian, perseroan meraup dana Rp 105 miliar dari IPO.
PT Abadi Lestari Indonesia Tbk akan memakai dana IPO sekitar 56,33% untuk pemenuhan modal kerja perseroan. Modal kerja tersebut untuk rencana pembelian bahan baku yakni sarang burung wallet. Sisanya sekitar 43,67% akan disetorkan kepada PT Realfood Winta Asia dalam bentuk penyertaan modal untuk rencana pembelian bahan baku.
Dalam pelaksanaan IPO ini, perseroan telah menunjuk PT Samuel Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek dan penjamin emisi efek.
Setelah IPO, pemegang saham perseroan antara lain PT Realco Omega Investama sebesar 77,60% dari sebelumnya 97%, Edwin Pranata sebesar 2,32% dari sebelumnya 2,9%, Budiono sebesar 0,04% dari sebelumnya 0,05%, Edi Haryanto sebesar 0,04% dari sebelumnya 0,05% dan masyarakat sebesar 20%.