Liputan6.com, Jakarta - Real Madrid harus menelan pil pahit saat menjamu Celta Vigo dalam pekan ke-15 La Liga 2025/2026 di Santiago Bernabeu, Senin (08/12/2025) dini hari WIB. Los Blancos tumbang 0-2 di hadapan pendukung sendiri dalam laga yang penuh tekanan. Dua gol Celta di babak kedua menjadi pukulan telak bagi para pemain Real Madrid yang kesulitan menemukan ritme permainan.
Situasi semakin memburuk ketika Real Madrid harus menuntaskan pertandingan hanya dengan sembilan pemain. Fran Garcia dan Alvaro Carreras masing-masing mendapat kartu merah, membuat tekanan semakin besar bagi Xabi Alonso. Kekalahan ini memperpanjang tren negatif Los Blancos yang kini baru meraih satu kemenangan dari lima laga liga terakhir mereka.
Advertisement
Publik Bernabeu jelas kecewa, terlebih Celta Vigo datang dengan status penghuni papan bawah klasemen. Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Celta atas Madrid di liga sejak 2014, menambah ironi bagi kubu tuan rumah. Jika hasil buruk berlanjut, posisi Real Madrid di papan atas bisa semakin terancam, bergantung pada hasil pesaing terdekat mereka.
Xabi Alonso kini kembali disorot setelah awal musim yang menjanjikan. Ia datang dengan reputasi besar setelah sukses bersama Bayer Leverkusen, namun performa Madrid belakangan jauh dari stabil. Jelang duel berat kontra Manchester City di Liga Champions, tekanan terhadap Alonso dipastikan kian memuncak.
Alonso Bidik Hasil Lebih Baik Kontra Manchester City
Xabi Alonso menyadari ketidakpuasan publik setelah kekalahan dari Celta Vigo, namun ia langsung mengalihkan fokus pada duel penting berikutnya. Manchester City akan datang ke Bernabeu pada Rabu malam waktu setempat, momen yang ia lihat sebagai kesempatan menebus hasil buruk ini. Ia menegaskan bahwa Real Madrid harus menunjukkan wajah berbeda dari performa pasif saat menghadapi Celta.
Alonso menekankan bahwa pertandingan Liga Champions membawa beban yang berbeda. Menurutnya, para pemain harus tampil lebih agresif dan lebih tenang dalam mengendalikan tekanan. Ia percaya Madrid masih berada di posisi yang menguntungkan dalam penyisihan grup, tetapi hanya performa maksimal yang bisa menjamin langkah mereka tetap aman.