85.000 Tentara Israel Alami Gangguan Mental Akibat Perang Gaza

Jumlah ini membengkak dari sebelumnya. Sebelum 7 Oktober 2023, ada 63.000 yang alami gangguan mental.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 08 Desember 2025, 12:13 WIB
Netanyahu terlihat mengenakan rompi anti peluru berwarna hijau dikelilingi prajurit IDF. (Avi Ohayon/Israel Prime Minister's Office via AP)

Liputan6.com, Tel Aviv - Jumlah tentara Israel yang menjalani perawatan akibat gangguan psikologis melonjak tajam sejak perang di Gaza pecah dua tahun lalu. Hal ini diungkapkan pejabat Kementerian Pertahanan Israel pada Minggu (7/12/2025).

Tamar Shimoni, Wakil Kepala Departemen Rehabilitasi Kementerian Pertahanan, mengatakan kepada Radio Angkatan Darat bahwa sebelum serangan 7 Oktober 2023, mereka menangani sekitar 62.000 kasus psikologis.

Kini jumlah itu membengkak menjadi sekitar 85.000 kasus—angka yang ia sebut sebagai “belum pernah terjadi sebelumnya.”

Menurut Shimoni, sepertiga tentara Israel mengalami masalah psikologis yang berkaitan langsung dengan peristiwa 7 Oktober, dikutip dari laman Anadolu Agency, Senin (8/12).

Situasi ini menekan sistem layanan kesehatan mental militer. Shimoni menyebut satu terapis kini menangani hingga 750 pasien—bahkan lebih di beberapa wilayah—sehingga membuat penanganan cepat menjadi hampir mustahil.

Krisis kesehatan mental ini juga disoroti media Israel. Pada November lalu, Yedioth Ahronoth memperingatkan adanya “krisis psikologis luas” yang mencakup meningkatnya penyalahgunaan narkoba dan hampir dua juta warga membutuhkan layanan kesehatan mental, termasuk banyak tentara.

Laporan mengenai peningkatan kasus bunuh diri juga muncul. Surat kabar Maariv melaporkan seorang tentara bunuh diri karena mengalami stres pasca-trauma, sementara seorang perwira cadangan dari Brigade Givati juga tewas bunuh diri pekan lalu setelah mengalami tekanan psikologis berat.

Data militer Israel yang dipublikasikan Oktober lalu menunjukkan 279 upaya bunuh diri dalam 18 bulan, termasuk 36 yang berakhir maut.

Perang Gaza telah menimbulkan dampak besar tidak hanya pada militer Israel, tetapi juga warga Palestina. Sejak Oktober 2023, Israel menewaskan lebih dari 70.000 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta melukai lebih dari 171.000 lainnya di Gaza.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya