8 Desember 1995: Aksi Heroik Berujung Tragis, Kepala Sekolah St. George Tewas Ditikam

Demi membela muridnya dari serangan geng remaja, Lawrence tewas dengan luka tusukan yang parah.

oleh Fanny MarizkaDiterbitkan 08 Desember 2025, 06:00 WIB
Ilustrasi penusukan. (Unsplash)

Liputan6.com, London - Di luar sekolah di London barat, Inggris, seorang kepala sekolah meninggal dunia setelah berusaha melindungi seorang murid yang diserang oleh sekelompok geng remaja pada 8 Desember 1995.

Philip Lawrence (48) terhuyung-huyung saat kembali ke ruang kelas karena serangan di luar Sekolah Katolik Roma St. George di kawasan Maida Vale sekitar pukul 15.00 waktu setempat. Ia segera dilarikan ke rumah sakit St. Mary, Paddington, untuk menyelamatkan seorang ayah dari empat anak tersebut, dikutip dari laman BBC, Senin (8/12/2025).

Seorang juru bicara Sctoland Yard mengatakan bahwa kemungkinan salah satu anak laki-laki yang hendak pulang didekati oleh sekelompok kecil pemuda. Serangan pun terjadi ketika Lawrence datang dan menolong murid berusia 13 tahun dari sebuah geng di luar sekolah campuran, di mana memiliki sekitar 440 murid.

Kepala Sekolah Tumbang 

Namun, serangan yang tidak melihat latar belakang ini telah mengenai Lawrence yang menderita luka tusuk. Ia juga masih sempat kembali ke sekolah untuk membunyikan alarm dan membuat para tersangka melarikan diri ke jalan-jalan sekitar lokasi kejadian.

Murid yang diserang langsung ditangani oleh dokter di rumah sakit dengan luka pada kepalanya. Serangan ini membuat lebih dari 20 petugas polisi mengubah aula sekolah utama menjadi ruang wawancara untuk menyelidiki serangan terhadap Lawrence yang telah menjadi kepala sekolah selama tiga tahun.

Seorang juru bicara dewan pengurus sekolah menyampaikan duka mendalam atas kejadian tragis yang berakhir kehilangan salah satu kolega mereka.

"Kami terkejut dan sangat terpukul atas kehilangan yang mendadak dan tragis dari seorang teman dan kolega yang luar biasa. Saat ini, kami turut berduka cita kepada keluarganya dan akan memberikan dukungan yang kami mampu," ucapnya.

 

 

Pelaku Dijerat Hukuman

Ilustrasi pengadilan (Pexels/Katrin Bolovtsova)

Menurut The Guardian (2007), kematiannya ini akibat luka tusuk sedalam tiga inci yang menembus jantung dan paru-paru.

Dalam persidangan Louis Chindamo sebagai pelaku pembunuhan, ia adalah pendatang dari Italia dan berani mencibir, menampar, meninju, hingga menikam kepala sekolah.

Atas tindakannya, Chindamo kini dijatuhi hukuman penjara tanpa batas waktu dengan rekomendasi minimum masa hukuman 12 tahun.

Menanggapi keputusan pengadilan yang menyatakan tidak akan mengirim Chindamo untuk kembali ke Italia setelah dibebaskan, Frances yang seorang istri Lawrence mengatakan bahwa ia masih bergulat dengan perasaannya yang tengah diuji cukup berat.

Ia mengaku belum tahu bagaimana seharusnya bersikap atau memaknai pengampunan yang didapatkannya ini.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya