Prabowo: Saya Sering Diejek 'Rambo di Podium', Tidak!

Prabowo menepis julukan “Rambo Podium” dan menegaskan bahwa penegakan hukum di era kepemimpinannya tetap berjalan tegas namun sesuai aturan.

oleh Tim NewsDiterbitkan 06 Desember 2025, 00:47 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat berpidato saat acara puncak HUT ke-61 Golkar di Istora Senayan Jakarta, Jumat (5/12/2025) (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto membantah anggapan bahwa ketegasannya hanya muncul saat pidato. Dia menepis julukan “Rambo Podium” dan menegaskan bahwa penegakan hukum di era kepemimpinannya tetap berjalan tegas namun sesuai aturan.

"Kalau saya bicara, sering saya diejek 'ah Prabowo itu Rambo di podium, hanya berani di podium, tapi begitu nanti Jaksa Agung, KPK, bertindak, ah Prabowo bertindak semena-mena'. Tidak," kata dia saat puncak HUT ke-61 Partai Golkar di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (5/12/2025).

Prabowo menegaskan komitmennya untuk menegakkan hukum tanpa pandang bulu. Dia mengatakan, penegakan hukum akan berjalan sesuai aturan melalui lembaga berwenang, bukan atas dasar sikap semena-mena.

Dia juga mengingatkan para pelaku usaha dan kalangan ekonomi untuk mematuhi hukum, membayar pajak tepat waktu, dan memenuhi seluruh kewajiban kepada negara.

"Kawan-kawan yang berkecimpung di ekonomi, patuhilah hukum, bayarlah pajakmu, patuhi semua ketentuan. Rakyat kita sudah tidak mau dipermainkan lagi, mereka pintar-pintar, mereka mengerti," katanya.

Minta Pelanggar Hukum Ikut Aturan

Dia menegaskan bahwa bagi mereka yang melanggar hukum, jalan terbaik adalah kembali pada aturan yang berlaku.

“Kalau kau tobat, yang kau utang kepada negara ya kau bayar,” ujarnya.

Prabowo menekankan bahwa pembangunan nasional, mulai dari jembatan, rumah, hingga sekolah, tidak bisa dibiayai dengan retorika belaka. Dia menyindir pihak-pihak yang hanya sibuk membuat kegaduhan tanpa kontribusi nyata.

Prabowo yakin masyarakat kini bisa membedakan mana pemimpin yang bekerja dan mana yang sekadar berbuat “omon-omon”.

"Rakyat kita susah, rakyat kita perlu rumah, perlu sekolah yang baik. Nggak bisa bangun sekolah hanya dengan omon-omon," katanya, dilansir Antara.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya