Politikus PDIP Desak Kemenhut Segera Rehabilitasi Kerusakan Hutan Sumatra

Bagi Alex, kerusakan hutan merupakan akar dari banjir bandang dan tanah longsor.

oleh Delvira HutabaratDiterbitkan 05 Desember 2025, 22:47 WIB
Seorang warga desa terdampak banjir bandang berjalan di antara tumpukan kayu di Desa Tukka, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, pada 2 Desember 2025 (YT HARIONO/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman mendesak Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyiapkan langkah konkret untuk memulihkan hutan rusak akibat bencana di Sumatra.

Ia meminta pemerintah tidak hanya fokus pada perbaikan infrastruktur dan fasilitas lain. Bagi Alex, kerusakan hutan merupakan akar dari banjir bandang dan tanah longsor.

"Hutan ini juga harus direhabilitasi. Jangan sampai infrastruktur yang rusak direhabilitasi, direkonstruksi," kata Alex pada rapat kerja Komisi IV DPR, dikutip Jumat (5/12/2025).

Alex juga menyinggung anggaran rehabilitas yang disiapkan Kemenhut. Menurut Alex, dana rehabilitasi senilai Rp62.500 per hektare sangat tidak masuk akal.

"Sekarang, kalau bicara dana rehabilitasi, Pak. Saya sudah hitung, dana rehabilitasi itu cuma Rp62.500 per hektare. Apa yang mau direhabilitasi, Pak?" kata Alex.

Alex meminta pemulihan kerusakan hutan harus segera dilakukan pemerintah. Sebab, masih ada potensi bencana serupa kembali terulang karena hutan dibiarkan rusak.

"Kalau lah siklon ini pertama kali dalam sejarah sudah terjadi. Itu kan tidak menutup kemungkinan akan terjadi lagi. Jangan nanti curah hujan lagi yang disalahkan," katanya.

 

Jangan Lagi Bicara Anggaran

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI yang juga Politikus PDI Perjuangan (PDIP) Alex Indra Lukman (Istimewa)

Politikus PDIP itu mengingatkan, mahalnya biaya rehabilitasi tidak bisa mengganti nyawa para korban dari bencana Sumatra Utara (Sumut), Sumatra Barat, Aceh.

"Tidak bisa mengobati penderitaan saudara-saudara kita di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Jadi jangan lagi bicara anggaran, Pak. Ayo, untuk satu nyawa, itu tidak pernah bisa kita nilai, Pak,” pungksnya.

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya