Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyoroti potensi macet pada sejumlah jalan yang menjadi jalur utama selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026, terutama akibat tingginya penggunaan mobil pribadi sebagai moda transportasi pilihan masyarakat.
Berdasarkan survei terbaru, lebih dari 51 juta orang diperkirakan bepergian menggunakan mobil pribadi, menjadikannya moda dengan pergerakan terbesar sepanjang libur akhir tahun. Dudy mengungkapkan sejumlah titik rawan macet telah dipetakan, seiring adanya peningkatan mobilitas menuju kawasan wisata dan jalur penyeberangan.
Advertisement
“Untuk titik macet di jalan yang kami antisipasi adalah di Bocimi itu karena memang salah satu destinasi wisata yang kemungkinan akan meningkat adalah ke arah Puncak maupun ke Sukabumi, itu salah satunya. Kemudian Merak, kemudian di Ketapang, dan juga di jalur Jawa Tengah. Nah itu titik-titik yang kami coba petakan membawakan kemungkinan terjadi kepadatan,” ujarnya dalam konferensi pers, Jumat (5/12/2025).
Selain mengidentifikasi titik macet, Menhub juga menyebut volume pergerakan masyarakat pada libur Nataru tahun ini meningkat signifikan. Berdasarkan survei, sebanyak 119,50 juta orang tercatat akan melakukan perjalanan selama masa libur.
Dari jumlah tersebut, 60,53 juta masyarakat akan bepergian untuk dua momentum sekaligus Natal dan Tahun Baru sementara sisanya terbagi antara perjalanan khusus Natal dan perjalanan khusus Tahun Baru.
Moda lain seperti sepeda motor, bus, mobil sewa, pesawat, kereta api jarak jauh, hingga kapal penyeberangan dan kapal laut juga menyumbang arus pergerakan, namun porsinya jauh lebih kecil dibanding mobil pribadi.
Dalam upaya antisipasi, Menhub menyatakan pemerintah terus memonitor pola pergerakan dan potensi kepadatan.
CMNP Pastikan Kesiapan Jalan Tol Jelang Libur Natal dan Tahun Baru
Sebelumnya, PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) memastikan kesiapan sejumlah ruas jalan tol yang dikelola perseroan dalam menghadapi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025 serta momentum Mudik Lebaran 2025.
Direktur Independen CMNP, Djoko Sapto M. Mulyo, menyampaikan bahwa perawatan rutin terus dilakukan tanpa program khusus menjelang periode libur panjang.
“Dalam rangka Nataru, sebenarnya kalau secara pemeliharaan khusus kami tidak ada karena pemeliharaan dilakukan terus sepenuhnya sepanjang waktu ya, jadi tidak ada sesuatu yang khusus,” ujar Djoko dalam Public Expose, Selasa (2/12/2025).
Djoko menegaskan Jalan Tol Cisumdawu dipastikan dapat beroperasi penuh, termasuk penyelesaian perbaikan akibat longsor pada salah satu lokasi konstruksi. Selain itu, CMNP juga menargetkan rest area di ruas tersebut mulai beroperasi saat Nataru, meski belum sepenuhnya.
“Jadi kami sudah bisa dipastikan bahwa di Jalan Tol Cisumdawu nantinya bisa beroperasi penuh. Jadi perbaikan juga selesai,” kata Djoko.
Ia menjelaskan, pengoperasian penuh rest area tipe A di Cisumdawu ditargetkan menjelang Lebaran 2026 yang diperkirakan jatuh pada Maret. Sementara untuk ruas tol lainnya, CMNP mempersiapkan pengaturan lalu lintas khusus, terutama di wilayah perkotaan seperti Jalan Tol JIUT yang biasanya ramai saat malam Tahun Baru, khususnya di area depan Ancol.
Ruas Surabaya
Djoko menambahkan ruas Surabaya, termasuk akses Waru–Juanda yang terhubung langsung ke bandara, juga mengalami peningkatan trafik menjelang Nataru dan Lebaran. Hal serupa terjadi di ruas Seroja yang menjadi jalur wisata.
Selain itu, CMNP memastikan akan mendirikan posko pengamanan di titik-titik yang berpotensi padat, serta mengikuti imbauan pemerintah terkait pemberian diskon tarif tol untuk periode Nataru.
“Jadi pada saat Nataru tahun lalu pemerintah ada himbauan untuk beri diskon, tahun ini juga sama ada imbauan dari pemerintah untuk pemberian diskon. Jadi kita berpartisipasi dan pada Nataru ini ada diskon untuk ruas Cisumdawu,” pungkasnya.