Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengatakan, Indonesia bisa mencapai swasembada pangan pada tahun ini. Dia menargetkan ketahanan pangan ini bisa terus berlanjut selamanya.
Diketahui, produksi beras nasional diprediksi melebihi 34,7 juta ton hingga tutup tahun 2025. Angka itu yang menjadi rujukan kalau Indonesia bisa mencapai swasembada beras.
Advertisement
"Kita bisa mencapai swasembada pangan tahun ini. Dan kita akan melanjutkan prestasi ini di tahun-tahun berikutnya," ungkap Sudaryono dalam AAA Conference 1.0, di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (5/12/2025).
Hal tersebut disampaikan Sudaryono dihadapan para alumni universitas top dunia. Alumni tersebut berasal dari 14 universitas internasional. Seluruhnya tergabung dalam Alliance of Alumni Associations (AAA).
Sudaryono menegaskan lagi, targetnya bukan sebatas pada swasembada jangka pendek. Dia ingin mencapai target ketahanan pangan bagi Indonesia.
"Kita ingin swasembada, kita ingin ketahanan pangan tercapai selamanya, itu jadi target yang ingin kita capai. Saya ajak kalian semua di sini yang punya sesuatu untuk memajukan sektor pertanian, silakan hubungi nomor pribadi saya, saya bersedia," kata Sudaryono.
Swasembada Pangan Tahun Ini
Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan, Indonesia siap mengumumkan swasembada pangan untuk komoditas strategis seperti beras dan jagung pada 31 Desember 2025 pukul 12.00 WIB sesuai target nasional.
Amran menegaskan, capaian swasembada dapat diwujudkan karena produksi nasional meningkat dan distribusi pangan semakin stabil, sehingga ketahanan pangan Indonesia berada pada posisi yang kuat dan terjaga.
"Insya Allah kita berdoa, kita bisa umumkan swasembada nanti. Di tanggal 31 Desember jam 12.00 kita umumkan bahwa Indonesia swasembada," kata Mentan Amran dikutip dari Antara, Kamis (4/12/2025).
Ia menjelaskan, stok cadangan beras pemerintah (CBP) secara nasional saat ini mencapai 3,8 juta ton menjadi jumlah tertinggi sepanjang sejarah, dan diperkirakan tetap stabil hingga akhir tahun di kisaran 3,7 juta ton. CBP tersebut berada di seluruh gudang Perum Bulog.
Hasil Produksi Lokal
Ia menambahkan, capaian stok tinggi tersebut merupakan pencapaian penting karena menunjukkan konsistensi produktivitas petani yang terus meningkat dan mencerminkan keberhasilan program strategi nasional pangan.
Menurutnya, yang membuat capaian itu semakin penting adalah fakta bahwa seluruh beras di gudang Bulog merupakan hasil produksi petani Indonesia, tanpa ketergantungan impor untuk memperkuat cadangan nasional.
"Yang menarik, beras yang ada di gudang itu adalah hasil produksi petani Indonesia," ucap Amran.