Kejurnas Pordasi Equestrian 2025 Jadi Momentum Pembinaan Atlet Jelang PON 2028

Kejurnas Pordasi Equestrian 2025 diadakan untuk menjaga pembinaan atlet berkuda di Indonesia.

oleh ThomasDiterbitkan 05 Desember 2025, 12:05 WIB
Kejurnas Pordasi Equestrian 2025 Jadi Momentum Pembinaan Atlet Jelang PON 2028

Liputan6.com, Jakarta - Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Equestrian 2025 sukses digelar pada Minggu 30 November 2025, di Adria Pratama Mulya (APM) Equestrian Center, Tangerang, Banten. Mengusung tema “Bertanding Dengan Sportifitas Membentuk Karakter Atlet Yang Berintegritas”, ajang ini mempertandingkan delapan kelas.

Kedelapan kelas yang diperlombakan adalah Beregu Dressage U21 Preliminary, Perorangan Dressage U21 Elementary, Beregu Dressage Open Elementary, Perorangan Dressage Open Medium, Beregu Jumping 80cm U21, Perorangan Jumping 90cm U21, Beregu Jumping 100 Open dan Perorangan Jumping 110cm Open.

Penyelenggaraan Kejurnas 2025 dipersiapkan selama satu tahun melalui program kerja Pengurus Pusat (PP) Pordasi Equestrian. Sepanjang prosesnya, PP.Pordasi Equestrian terus berkoordinasi dengan seluruh Pengprov guna memastikan kesiapan atlet. Meski berbagai hambatan muncul, PP.Pordasi Equestrian memastikan seluruh kendala dapat diselesaikan tanpa mengganggu pelaksanaan Kejurnas.

“Kegiatan ini persiapannya cukup panjang ya, kita berkonsolidasi dengan Pengurus Pengprov agar dapat mempersiapkan para atletnya untuk ikut dalam Kejurnas kali ini. Kalau hambatan tentu ada seperti kecocokan atlet dengan kuda dan lainnya, namun kita terus memberikan solusi agar hambatan tersebut dapat terselesaikan, dan dibuktikan dengan penyelenggaraan yang berlangsung dengan lancar,” ujar Ketua Penyelenggara Kejurnas Pordasi Equestrian 2025 sekaligus Wakil Ketua Umum II PP.Pordasi Equestrian Arifia Hamdani.

Kejurnas tahun ini diikuti oleh sembilan provinsi diantaranya Banten, Bali, Sulawesi Tengah, Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, dan DKI Jakarta. Selain menjadi ajang pemersatu atlet muda daerah, Kejurnas ini juga menjadi Road to PON XXII/2028 NTT–NTB, di mana atlet yang tampil telah dipastikan masuk daftar pembinaan menuju PON.


Berlangsung Akhir November

Kejurnas Pordasi Equestrian 2025 Jadi Momentum Pembinaan Atlet Jelang PON 2028

Menariknya Kejurnas Pordasi Equestrian 2025 yang berlangsung sejak 26 hingga 30 November 2025 ini diikuti oleh perwakilan para atlet muda dari berbagai Provinsi yang memiliki potensi besar dalam mencapai prestasi.

“Kejurnas kali ini sekaligus sebagai ajang Road To PON XXII/2028 NTT-NTB, jadi kami memastikan siapa yang ikut Kejurnas sudah pasti mendapat tiket untuk PON XXII/2028 NTT-NTB. Kita sengaja memilih kelas yang tidak terlalu tinggi karena ingin membina atlet-atlet muda untuk maju, karena tentu masa depan mereka di olahraga Berkuda khususnya Equestrian masih sangat panjang, dan diharapkan bisa maju ke level yang lebih tinggi yaitu internasional,” ungkap Ketua Umum PP.Pordasi Equestrian Dewi Larasati.

Lanjut Baca:

Turut hadir sebagai juri Jumping Federation Equestrian Internasional (FEI) Katrina Holi Gores, dan juri Dressage FEI Wan Ming Ong. Hingga kini Pordasi masih dihadapkan dengan beberapa polemik yang menimbulkan dampak besar bagi keberlangsungan organisasi termasuk dengan seleksi atlet dalam rangka mengikuti ajang internasional yakni SEA Games 2025 Thailand. “Terdapat beberapa atlet yang diberangkatkan untuk mengikuti SEA Games 2025 Thailand, namun keberangkatan tersebut tidak melalui prosedur yang seharusnya dalam arti tidak melibatkan induk cabang olahraga PP.Pordasi Equestrian dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat,” kata Sekjen PP.Pordasi Equestrian Budi Tulodo dan Ketua Umum PP.Pordasi Equestrian Dewi Larasati. Sebagai informasi bahwa empat Federasi Nasional hasil transformasi pada Musyawarah Nasional (Munas) Pordasi XIV Tahun 2024 yakni PP.Pordasi Equestrian, PP.Pordasi Polo, PP.Pordasi Pacu, dan PP.Pordasi Berkuda Memanah, menjadi satu-satunya induk organisasi cabang olahraga Berkuda yang diakui secara resmi oleh KONI Pusat. Berdasarkan hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konfederasi Nasional Pordasi pada 30 Agustus 2025, setiap daerah didorong untuk melakukan transformasi menjadi empat Federasi Nasional tingkat Provinsi di bawah KONI Provinsi dan daerah masing-masing.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya