Kementerian ESDM Tagih Rencana Proyek Hilirisasi yang Digarap Danantara Pekan Depan

Kementerian ESDM akan bertemu Danantara pekan depan untuk menagih progres feasibility study (FS) 18 proyek hilirisasi.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 05 Desember 2025, 16:15 WIB
Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ( Kementerian ESDM), Ahmad Erani Yustika. (Foto: Liputan6.com/Arief RH)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Dana Mineral (Kementerian ESDM) bakal menagih hasil frasibility study (FS) 18 proyek hilirisasi yang digarap Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Akan ada pertemuan lanjutan pada pekan depan.

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Ahmad Erani Yustika menuturkan pekan depan pihaknya akan bertemu dengan Danantara. Salah satunya menagih perkembangan FS atas 18 proyek hilirisasi.

"Ada pertemuan lanjutan hari Selasa depan kita akan bertemu dengan Danantara untuk melihat perkembangan terakhir mengenai FS yang sudah dikerjakan di sana dan apa saja yang kira-kira bisa dilakukan percepatan untuk proyek hilirisasi ini," kata Erani, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (5/12/2025).

Mengingat lagi, Presiden Prabowo Subianto meminta FS atas proyek hilirisasi itu bisa selesai pada Desember 2025 ini. Dengan demikian, bisa ditentukan proyek mana yang akan digarap lebih dahulu.

"Makanya kita akan lakukan pertemuan untuk itu Satgas Hilirisasi, Kementerian ESDM, kemudian Danantara, nanti juga ada Setkab," ujarnya.

"Kita kan ingin tahu selama beberapa bulan terakhir ini setelah kita menyerahkan pra-FS-nya itu apa saja yang sudah dikerjakan dan sampai sejauh mana perkembangan untuk FS ini pada masing-masing proyek tadi itu," sambungnya.

 

Proyek Hilirisasi Senilai Rp 600 Triliun

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. (Foto: Liputan6.com/Arief RH)

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan percepatan 18 proyek hilirisasi di sektor mineral dan batu bara. Keseluruhan nilai dari proyek tersebut mencapai Rp600 triliun.

"Hari ini kami rapat sama Bapak Presiden, khususnya menyangkut dengan percepatan hilirisasi. Nah, hilirisasi ini baik di sektor perikanan, kemudian di sektor pertanian, dan di sektor energi dan mineral batu bara," tutur Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/11/2025).

Menurut Bahlil, dari 18 proyek tersebut sudah ada yang selesai studi pra kelayakan atau pre-feasibility study serta dibahas bersama Danantara. Bahkan, diyakini dapat diselesaikan 2025 ini dan beroperasi pada 2026.

 

 

Bisa Mulai 2026

"Tadi Pak Rosan (Rosan Roeslani selaku CEO Danantara) juga, kita akan selesaikan di tahun ini untuk semuanya, dan di 2026 langsung pekerjaan di lapangan bisa berjalan," jelas dia.

Lebih lanjut, Bahlil menyebut bahwa percepatan 18 proyek hilirisasi tersebut akan menciptakan pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja, serta produk yang dihasilkan dapat menjadi substitusi impor.

"Produk-produknya itu menjadikan sebagai substitusi impor. Salah satu diantaranya adalah menyangkut dengan DME (dimethyl ether)," Bahlil menandaskan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya