Krisis Liverpool Makin Dalam, Carragher Kritik Mohamed Salah, Heskey Balas dengan Pembelaan Tegas

Liverpool menurun drastis musim ini, Carragher kritik Salah soal sikap diamnya, namun Emile Heskey hadir memberi pembelaan.

oleh Dimas Ardi PrasetyaDiterbitkan 05 Desember 2025, 11:04 WIB
Mohamed Salah memberikan tepuk tangan pada fans Liverpool usai laga kontra Sunderland di pekan ke-14 Liga Inggris 2025/2026 di Anfield Stadium, Kamis (04/12/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Jon Super)

Liputan6.com, Jakarta - Liverpool masih mencari jawaban atas performa mereka yang merosot tajam musim 2025/2026 ini. Hasil-hasil negatif bermunculan, membuat kepercayaan diri tim berada pada titik paling rendah sejak beberapa tahun terakhir. Para suporter mulai mempertanyakan arah permainan, sementara tekanan semakin besar terhadap para pemain senior. Situasi ini juga memicu perbincangan hangat soal kepemimpinan dalam skuad.

Virgil van Dijk menjadi salah satu sosok yang paling sering tampil ke publik untuk menjelaskan kondisi tim. Sang kapten kerap hadir di depan kamera seusai laga, berbicara lugas mengenai masalah di lapangan. Ia tidak segan menyebut Liverpool sedang kacau dan perlu perbaikan besar. Perannya sebagai juru bicara tidak bisa terhindarkan di tengah krisis ini.

Namun, konsistensi van Dijk bicara justru menyorot sisi lain dari skuad Liverpool musim ini. Ketika performa menurun, hanya sedikit pemain yang berani muncul untuk mengakui kesalahan. Banyak yang menilai seharusnya ada lebih banyak figur senior yang tampil menjelaskan situasi kepada para pendukung. Dari situlah muncul sorotan terhadap Mohamed Salah, yang belakangan memilih diam.

Di tengah situasi ini, tekanan publik semakin mengarah kepada Salah. Padahal, bintang asal Mesir itu juga sedang berjuang menemukan kembali performa terbaiknya. Kondisi tersebut membuat perdebatan soal peran dan tanggung jawab sang penyerang semakin ramai dibicarakan.


Carragher Minta Salah Ikut Bicara Seperti Van Dijk

Jamie Carragher. Semasa aktif bermain, Jamie Carrgaher hanya bermain untuk satu tim sepanjang kariernya, yaitu bersama Liverpool mulai 1996/1997 hingga 2012/2013. Ia total tampil dalam 737 laga bersama Liverpool di semua ajang dengan torehan 4 gol dan 18 assist. Usai pensiun, ia terjun sebagai komentator dan pundit di jaringan televisi Sky Sports mulai musim 2013/2014 bergabung bersama Grame Souness, Gary Neville dan Jamie Redknapp. Pada Juli 2020 ia melebarkan sayapnya ke jaringan televisi CBS Sports sebagai bagian dari tim yang mengulas khusus Liga Champions. (AFP/Pool/Peter Powell)

Jamie Carragher menjadi sosok yang paling vokal menyoroti sikap diam Mohamed Salah. Ia menilai penyerang berusia 33 tahun itu seharusnya ikut tampil ke publik, terutama di tengah performa buruk Liverpool. Menurutnya, van Dijk tidak bisa terus-menerus menjadi satu-satunya pemain yang memikul tanggung jawab komunikasi tim. Carragher menekankan bahwa pemain senior lainnya harus mengambil bagian.

Dalam komentarnya kepada Sky Sports, Carragher mengungkapkan kekecewaannya karena Salah belum berbicara kepada pendukung. Ia menyinggung kembali momen ketika Salah blak-blakan soal kontraknya setahun lalu. Carragher merasa fakta tersebut menunjukkan bahwa Salah sebenarnya mampu bicara ketika menyangkut urusannya sendiri. Hal inilah yang membuat eks bek The Reds itu semakin tegas menyuarakan kritik.

Lanjut Baca:

Carragher menilai sudah saatnya Salah menunjukkan sisi kepemimpinan sebagai figur besar Liverpool. Ia menegaskan bahwa seorang legenda klub tidak semestinya hanya angkat suara ketika memenangkan penghargaan man of the match atau sedang membutuhkan kontrak baru. Bagi Carragher, publik pantas mendengar suara Salah di tengah masa sulit seperti sekarang. “Saya pikir Virgil van Dijk, setelah pertandingan, kembali berbicara, sebagaimana seharusnya sebagai kapten, ia menyebut Liverpool berantakan. Harus saya katakan, setelah semua kekalahan Liverpool ini, selalu Virgil van Dijk yang berbicara. Dan seperti yang saya katakan, kapten seharusnya melakukan itu, tetapi seharusnya ada pemain lain di ruang ganti yang berbicara mewakili klub," serunya. "Akhir pekan ini setahun yang lalu, Mo Salah tidak malu untuk berbicara tentang situasinya sendiri, tentang klub yang tidak memberinya kontrak. Saya hanya pernah mendengar Salah berbicara ketika ia terpilih sebagai pemain terbaik pertandingan, atau ia membutuhkan kontrak baru. Saya ingin melihat Mo Salah tampil sebagai salah satu pemimpin, sebagai salah satu legenda Liverpool, tampil dan berbicara mewakili tim. Ia tidak seharusnya selalu menjadi kapten."

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya