Banjir Luapan Sungai Rendam Kawasan Wisata Lembah Curugan Bandung Barat, Warga Diminta Waspada

Kepala Pelaksana BPBD KBB, Asep Sehabudin, membenarkan terjadinya banjir akibat meluapnya dua aliran sungai sekaligus, yakni Sungai Cibitung dan Ciputri.

oleh Huyogo SimbolonDiterbitkan 04 Desember 2025, 23:06 WIB
Banjir menerjang kawasan Lembah Curugan Gunung Putri, Cililin, Kabupaten Bandung Barat. (Foto: Tangkapan Layar Instagram)

Liputan6.com, Jakarta - Banjir melanda Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat. Kali ini, luapan air sungai menerjang kawasan wisata Lembah Curugan Gunung Putri di Kampung Curugan, Desa Mukapayung, Kecamatan Cililin, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Kamis (4/12/2025) petang.

Kepala Pelaksana BPBD KBB, Asep Sehabudin, membenarkan terjadinya banjir akibat meluapnya dua aliran sungai sekaligus, yakni Sungai Cibitung dan Ciputri.

“Benar, tadi terjadi luapan sungai di wilayah Cililin yang mengenai area wisata,” ujarnya.

Hujan berintensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir membuat debit kedua sungai meningkat tajam. Kondisi ini diperburuk oleh letak objek wisata yang berada tepat di tepi aliran sungai, sehingga ketika volume air meningkat, kawasan wisata langsung tergenang.

Menurut BPBD, lokasi geografis Lembah Curugan Gunung Putri memang menjadikannya rentan terhadap banjir. Sistem drainase alami tidak mampu menahan derasnya aliran air ketika hujan berkepanjangan.

“Letaknya berada tepat di tepi sungai, dan karena hujan deras, air meluap sehingga kawasan wisata langsung terendam,” jelas Asep.

Meski beberapa fasilitas wisata mengalami kerusakan, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun warga yang terdampak secara langsung. Tim BPBD telah dikerahkan untuk penanganan cepat dan melakukan pendataan di lapangan.

Luapan air juga merendam lahan persawahan di sekitar lokasi. Persawahan tersebut diketahui merupakan aset Indonesia Power (IP) yang masih digarap warga.

“Kami masih mendata luas wilayah yang terdampak,” tambah Asep.

 

Kerugian

Kerugian materiil diperkirakan cukup besar, baik dari sisi fasilitas wisata maupun lahan pertanian, meski angka rinci belum dapat dipastikan.

Asep menegaskan bahwa banjir tidak berpotensi meluas ke permukiman karena jarak lokasi kejadian cukup jauh dari area hunian warga. Kendati demikian, BPBD tetap mengimbau masyarakat Bandung Barat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama mereka yang tinggal dekat bantaran sungai, mengingat curah hujan masih tinggi dan potensi bencana hidrometeorologi dapat terjadi sewaktu-waktu.

“Tidak mengarah ke pemukiman karena jaraknya cukup jauh. Meski demikian, warga tetap kami minta waspada terhadap potensi bahaya lain,” pungkasnya.

Infografis Penanganan Bencana Banjir Bandang dan Longsor di Sumbar. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya