Liputan6.com, Jakarta - Saat banjir terjadi, termasuk kasus banjir banda Sumatera, sumber air bersih sering terputus atau tercemar. Yang tersedia hanyalah air banjir yang keruh mengandung partikel tanah dan kuman berbahaya. Jika sudah demikian, Anda mau tidak mau memanfaatkan air banjir sebagai sumber air bersih, khususnya untuk minum.
Dilansir dari laman resmi Enviromental Protection Agency (EPA) Amerika Serikat, Kamis, 4 Desember 2025, cara paling aman untuk memanfaatkan air banjir yang keruh adalah menampung, mendiamkannya hingga terpisah antara lumpur dan air, kemudian menyaringnya dengan menggunakan kain atau handuk.
Advertisement
Air yang tersaring disarankan untuk dididihkan setidaknya selama satu menit untuk kemudian didinginkan. Anda bisa menambahkan sejumput garam untuk per liter air untuk menyesuaikan rasanya.
Tapi jika tak ada gas atau sumber api untuk mendidihkannya, Anda bisa menggunakan pemutih pakaian yang berisi klorin. Itu adalah cara efektif untuk membunuh bakteri dan virus. Namun, persiapannya harus benar agar aman bagi tubuh.
Peringatan Penting Sebelum Memulai
- Jangan gunakan sembarang pemutih.
- Hanya gunakan pemutih biasa. Jangan gunakan yang berbau wangi (lemon, lavender, floral), bebas percikan, atau berwarna.
- Cek label komposisi. Pastikan bahan aktifnya adalah Natrium Hipoklorit (Sodium Hypochlorite). Umumnya berkadar antara 5--9 persen.
- Waspada kedaluarsa. Pemutih yang sudah tersimpan terlalu lama (lebih dari 1 tahun) mungkin berkurang efektivitasnya. Berikut adalah cara mendisinfeksi air keruh dengan pemutih saat keadaan darurat berdasarkan Standar US Environmental Protection Agency.
Langkah 1: Penjernihan Awal
Catatan Penting: Klorin/pemutih tidak bekerja efektif pada air yang masih kotor atau berlumpur. Partikel tanah dapat melindungi kuman dari efek disinfektan. Maka itu, air harus dijernihkan terlebih dulu dengan cara:
- Endapkan: Biarkan air keruh tersebut diam dalam wadah selama beberapa saat hingga lumpur/pasir turun ke dasar.
- Saring: Tuangkan air bagian atas (yang lebih bening) perlahan-lahan melalui kain bersih (seperti kaos katun), saringan kopi kertas, atau handuk bersih ke wadah lain. Tujuannya mengurangi partikel padat sebanyak mungkin sebelum diberi obat.
Langkah 2 : Proses Disinfeksi
Berdasarkan standar EPA, jika air yang akan diolah keruh, berwarna, atau sangat dingin, Anda harus menggunakan dosis ganda (dua kali lipat dari dosis air bening). Gunakan pipet obat bersih untuk meneteskan pemutih. Jika tidak ada pipet, gunakan sendok teh dengan sangat hati-hati.
Takaran Dosis Pemutih untuk Disinfeksi Air Banjir
Takaran Dosis Ganda (Khusus Air Keruh/Dingin/Berwarna)
- Untuk 1 Liter Air:
- Jika kadar pemutih 6%: Gunakan 4 tetes (sekitar seujung sendok teh).
- Jika kadar pemutih 8.25%: Gunakan 3 tetes.
- Untuk 1 Galon Air (± 3,8 Liter):
- Jika kadar pemutih 6%: Gunakan 16 tetes.
- Jika kadar pemutih 8.25%: Gunakan 12 tetes.
- Untuk 5 Galon Air (± 19 Liter):
- Jika kadar pemutih 6%: Gunakan 1 sendok teh (5 ml).
- Jika kadar pemutih 8.25%: Gunakan 3/4 sendok teh (4 ml).
Instruksi Singkat:
- Saring air keruh dengan kain bersih terlebih dahulu.
- Masukkan pemutih sesuai takaran di atas.
- Aduk rata dan diamkan selama 30 menit.
- Air harus tercium sedikit bau klorin sebelum diminum. Jika tidak tercium, ulangi dosis dan tunggu 15 menit lagi.
Catatan: Sebagian besar pemutih cair di pasaran Indonesia memiliki kadar sekitar 5,25 persen--6 persen. Gunakan kadar 6 persen sebagai acuan aman.
Langkah 3: Pengadukan dan Waktu Tunggu
- Aduk: Setelah pemutih diteteskan, aduk air hingga rata atau kocok wadah tertutup.
- Tunggu 30 Menit: Biarkan air tersebut diam selama minimal 30 menit. Ini adalah waktu yang dibutuhkan klorin untuk membunuh kuman.
Langkah 4: Uji Aroma
Setelah 30 menit, lakukan pengecekan akhir:
- Cium aroma airnya. Seharusnya tercium sedikit bau klorin/pemutih yang samar.
- Jika TIDAK tercium bau klorin, teteskan lagi dosis yang sama, aduk, dan tunggu 15 menit lagi.
- Jika tercium bau klorin yang SANGAT menyengat, tuang air dari satu wadah ke wadah lain dan diamkan beberapa jam agar baunya berkurang sebelum diminum.
Ringkasan Keamanan
- Air hasil olahan ini aman untuk diminum, mencuci luka, atau sikat gigi dalam kondisi darurat.
- Metode ini membunuh sebagian besar virus dan bakteri, tetapi tidak menghilangkan kontaminasi kimia (seperti limbah pabrik atau pestisida) atau parasit tertentu (seperti Cryptosporidium).
Prioritas Utama: Jika memungkinkan, MEREBUS AIR (hingga mendidih bergolak selama 1 menit) tetaplah metode sterilisasi yang paling efektif dan disarankan oleh EPA daripada penggunaan bahan kimia. Gunakan metode pemutih ini hanya jika Anda kehabisan bahan bakar/gas.