Menanti Kepastian KLH, BP Batam dan Bea Cukai Kewalahan Tangani Limbah Elektronik AS yang Terus Datang

Penumpukan limbah elektronik impor asal Amerika Serikat (AS) di Pelabuhan Batu Ampar, Batam semakin mengkhawatirkan.

oleh Ajang NurdinDiterbitkan 04 Desember 2025, 15:06 WIB
Kepala BP Batam Amsakar Achmad keluhkan kontainer yang berisikan limbah elektronik dari Amerika Serikat (AS) terus berdatangan penuhi Pelabuhan Batu Ampar, Batam. (Liputan6.com/Ajang Nurdin)

Liputan6.com, Batam - Penumpukan limbah elektronik impor asal Amerika Serikat (AS) di Pelabuhan Batu Ampar, Batam semakin mengkhawatirkan.

Total 759 kontainer kini mengisi area terminal peti kemas, namun belum satu pun yang diputuskan untuk direekspor karena belum adanya kepastian dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

Kepala BP Batam Amsakar Achmad menegaskan, lembaganya tidak memiliki kewenangan dalam menentukan proses reekspor.

Ia merespons pernyataan Bea Cukai sebelumnya yang menyebut BP Batam berwenang dalam pengiriman kembali kontainer limbah tersebut.

"Bea Cukailah yang bisa menjelaskan kapan barangnya dibawa dan bagaimana mekanismenya. Karena ini sudah wilayah kepabeanan, itu kewenangan mereka. BP Batam tidak memiliki kewenangan," ujar Amsakar, usai tapat bersama Forkopinda Kota Batam, Rabu 3 Desember 2025.

Amsakar mengungkapkan, dampak terbesar dari lambatnya keputusan KLH kini dirasakan langsung oleh operasional pelabuhan. Penumpukan ratusan kontainer ini telah menghambat arus bongkar muat di Terminal Peti Kemas Batu Ampar.

BP Batam bahkan telah menerima surat peringatan dari pengelola terminal yang menyebut kapasitas pelabuhan semakin kritis.

"Kami berharap penyelesaian kasus ini dipercepat dan diputuskan secara hitam-putih. Jangan terlalu lama menumpuk," ucap Amsakat.

Amsakar meminta KLH segera menentukan klasifikasi limbah mana yang diperbolehkan dan mana yang harus direekspor.

"Kalau memang hasil temuan menyatakan limbah tersebut harus direekspor dan mengandung B3, tentu perizinannya tidak akan dilanjutkan," terang dia.

Amsakar menambahkan, selaku Kepala BP Batam akan mengintruksikan melalui Direktur Lalu Lintas Barang BP Batam untuk langsung menyesuaikan kebijakan setelah menerima hasil resmi pemeriksaan Kementrian Lingkungan Hidup.

 

Keputusan KLH jadi Faktor Utama

Potret Pelabuhan Batu Ampar, Batam dari Kejauhan yang sesak dipenuhi kontainer limbah elektronik dari Amerika Serikat (AS). (Liputan6.com/Ajang Nurdin)

Menurut Amsakar, perusahaan importir sebelumnya memperoleh kuota pemasukan limbah elektronik dalam jangka waktu tertentu. Kondisi ini membuat arus barang tetap berjalan meski pelabuhan sudah mulai kelebihan kapasitas.

"Kuota itulah yang menyebabkan barang itu masuk terus. Bahkan yang sedang dalam perjalanan pun tetap harus masuk ke Batam," pungkas Amsakar..

Untuk itu, ia menekankan bahwa keputusan KLH menjadi faktor utama yang dapat menghentikan pergerakan limbah tersebut.

Sementara itu, Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Bea Cukai Batam Evi Octavia membenarkan, jumlah kontainer limbah elektronik yang kini menumpuk telah mencapai 759 kontainer, naik drastis dari awalnya hanya 73 kontainer.

"Sampai saat ini belum ada yang direekspor. Kami masih koordinasi dengan BP Batam dan KLH untuk penyelesaiannya," ujar Evi saat dikonfirmasi Liputan6.com.

 

Rincian Jumlah Kontainer

Potret Pelabuhan Batu Ampar, Batam dari Kejauhan yang sesak dipenuhi kontainer limbah elektronik dari Amerika Serikat (AS). (Liputan6.com/Ajang Nurdin)

Evi juga memerinci jumlah kontainer berdasarkan perusahaan importir saat ini.

Rekapitulasi Kontainer Limbah Elektronik,

1. PT ESUN International Utama Indonesia, sudah diperiksa: 39 kontainer, Tiba namun belum PPFTZ: 251 kontainerTotal: 290 kontainer

2. PT Logam Internasional Jaya Sudah diperiksa: 25 kontainerTiba namun belum PPFTZ: 351 kontainerTotal: 376 kontainer

3. PT Batam Battery Recycle Industries, sudah diperiksa: 10 kontainer, tiba namun belum PPFTZ: 83 kontainerTotal: 93 kontainerTotal Keseluruhan Kontainer sudah diperiksa: 74 kontainerKontainer tiba namun belum PPFTZ: 685 kontainerGrand total: 759 kontainer.

Infografis  Siklus Hidup Sampah Botol Plastik    

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya