Liputan6.com, Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto buka suara soal dugaan korupsi dalam proyek lahan kereta cepat Whoosh.
"Sekali lagi ini masih tahap penyelidikan, tidak banyak yang bisa kami sampaikan," kata dia kepada awak media di Jakarta, seperti dikutip Kamis (4/12/2025).
Advertisement
Setyo menjelaskan, hal yang saat ini dilakukan anggotanya adalah mengklarifikasi kepada sejumlah pihak di beberapa tempat soal lahan yang digunakan untuk proyek Whoosh.
"Tanah ini posisinya tentu ada di beberapa tempat, gitu, bukan hanya di satu tempat saja, gitu. Ini yang sedang kami dalami, apakah tanah yang di Halim lokasinya adalah milik TNI AU atau bukan? ini belum pasti," jelas dia.
Selain itu, Setyo juga menjelaskan, KPK kini juga mendalami ke lokasi-lokasi di sepanjang rute rel kereta.
"Kemudian dikelompokkan rutenya itu, apa, lokasinya itu yang besar-besar terutama," dia menandasi.
Sebelumnya, Plt Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu mengatakan, perkara ini masih dalam tahap penyelidikan awal, dengan fokus pada aspek pengadaan tanah, bukan pada proses pembangunan fisik proyeknya.
“Karena ini masih penyelidikan, materinya itu terkait dengan lahan sebetulnya. Jadi bukan masalah proses, tapi terkait dengan pembebasan lahan,” kata Asep kepada wartawan di Jakarta, Senin (10/11/2025).
Indikasi Mark Up
Asep menjelaskan, tim penyelidik menemukan indikasi adanya praktik penggelembungan harga atau mark-up dalam pembebasan lahan. Harga lahan yang seharusnya dibeli dengan nilai wajar justru diduga dinaikkan secara tidak proporsional hingga berkali-kali lipat.
"Yang seharusnya (misalnya) harga tanah itu 10, tapi dijual menjadi 100. Ini berarti ada ketidakwajaran harga yang harus dibayarkan negara,” jelas Asep.
Ia menambahkan, kondisi tersebut menyebabkan kerugian keuangan negara, karena pembayaran lahan dilakukan jauh di atas harga pasar sebenarnya.
Lokasi Masih Didalami
Meski demikian, KPK belum membeberkan lokasi pasti lahan yang diduga bermasalah. Menurut Asep, tim masih menelusuri titik-titik yang masuk dalam proses pembebasan lahan proyek Whoosh, baik di kawasan Halim (Jakarta Timur), Bandung, maupun Tegalluar (Kabupaten Bandung).
“Apakah yang di Halim atau di mana? Apa di Bandung? Atau di antara sepanjang itu? Itu yang sedang kita tangani,” ujarnya.
Asep menegaskan, penyelidikan yang dilakukan KPK ini masih dalam tahap pengumpulan bukti awal dan klarifikasi terhadap pihak-pihak terkait.
“Ini dalam segmen pengadaan pembebasan lahan. Terkait yang mana, nanti kita sama-sama tunggu hasil pendalamannya,” kata Asep menutup.