Liputan6.com, Jakarta - Atalanta sukses meraih kemenangan telak atas Genoa di ajang Coppa Italia, Kamis 4 Desember 2025. Pasukan Raffaele Palladino membantai lawannya dengan skor meyakinkan 4-0. Hasil manis ini memastikan langkah mereka ke babak perempat final.
Empat gol kemenangan La Dea dicetak oleh pemain yang berbeda-beda. Berat Djimsiti membuka keunggulan tuan rumah lewat sundulan di babak pertama. Marten de Roon kemudian menggandakan skor melalui tendangan voli indah.
Advertisement
Genoa mengalami nasib sial karena harus bermain dengan sepuluh orang pemain. Seydou Fini mendapat kartu merah langsung akibat pelanggaran kerasnya. Situasi pincang ini membuat tim tamu semakin sulit mengembangkan permainan.
Kemenangan besar ini membawa Atalanta pada pertemuan klasik di babak selanjutnya. Mereka dijadwalkan akan menantang raksasa Italia, Juventus, tahun depan. Duel panas perempat final ini sangat dinantikan oleh para penggemar.
Jalannya Pertandingan Babak Pertama
Tim tamu sebenarnya mencoba menekan pertahanan lawan sejak menit awal laga. Namun Atalanta berhasil keluar dari tekanan pressing tinggi dengan cepat. Mario Pasalic bahkan sempat mengancam gawang lewat tembakan kena mistar.
Gol pembuka akhirnya lahir melalui aksi bek tangguh Berat Djimsiti. Ia sukses menanduk umpan silang matang kiriman Nicola Zalewski. Bola meluncur deras ke gawang untuk mengubah skor menjadi 1-0.
Petaka menghampiri Genoa saat pertandingan memasuki menit ke-36 yang krusial. Seydou Fini diusir wasit karena menjatuhkan Raoul Bellanova di dekat kotak penalti. Pelanggaran orang terakhir itu berbuah kartu merah langsung tanpa ampun.
Daniel Maldini masuk menggantikan Kamaldeen Sulemana yang mengalami cedera otot paha. Maldini sempat membuang peluang emas saat tinggal berhadapan dengan kiper lawan. Babak pertama pun berakhir dengan keunggulan tipis tuan rumah.
Dominasi Total La Dea
Marten de Roon langsung menggebrak pertahanan lawan di awal babak kedua. Kapten Atalanta itu mencetak gol lewat tendangan voli kaki kanan sempurna. Bola bersarang telak di pojok atas gawang dari jarak 18 yard.
Unggul jumlah pemain membuat Atalanta semakin mendominasi penguasaan bola di lapangan. Genoa kesulitan mengembangkan permainan karena kalah jumlah personel di area vital. Kedua pelatih lantas mulai melakukan rotasi pemain untuk penyegaran.