Liputan6.com, Moskow - Terlalu fokus menginspirasi orang-orang, seorang influencer kebugaran asal Rusia kehilangan nyawanya saat menjalani tantangan ekstrem untuk menambah berat badannya dengan cepat dari mengonsumsi makanan cepat saji dalam jumlah besar.
Dmitry Nuyanzin (30) yang berasal dari kota Orenburg, bertekad ingin menambah minimal 25 kilogram dengan makan sebanyak 10.000 kalori per hari.
Advertisement
Pola makan yang ia ciptakan sendiri ini mulai membuat jadwal sesuai dengan waktunya, seperti kue kering dan kue manis untuk sarapan, 900 gram pangsit berlumur mayones untuk makan siang hari, hingga keripik kentang dan camilan yang berkalori tinggi lainnya, dikutip dari laman Oddity Central, Kamis (4/12/20250.
Tujuannya juga berhasil menambah 13 kilogram yang mencapai berat 105 kilogram (231.5 pon). Dalam unggahan terakhir pada 18 November di Instagram, Nuyanzin diketahui mengumumkan pencapaian terbarunya sambil menikmati sekantong keripik.
Beban Kalori Berlebihan
Kondisinya masih terlihat sehat, tetapi ia membatalkan beberapa sesi latihan dan meninggalkan pesan kepada teman-temannya bahwa sebelumnya ia merasa tidak enak badan dan berencana untuk menemui dokter.
Beberapa jam kemudian, ia tidak jadi bertemu dokter untuk memeriksanya karena telah meninggal dalam tidurnya akibat gagal jantung.
Menurut para ahli, program makan ekstrem yang telah dijalani selama berminggu-minggu dengan jumlah kalori yang besar membebani organ-organ vital, terutama jantungnya.
Bahkan seorang atlet elit pun jarang mengonsumsi lebih dari 5.000 kalori per hari, sehingga proses pengolahan di dalam tubuh tidak membutuhkan banyak usaha.
Dampak Bagi Kesehatan Tubuh
Hal ini turut menarik perhatian Kepala Ahli Gizi Vani Krishna dari Rumah Sakit SPARSH di Banglore yang dilaporkan NDTV, menjelaskan bahwa makan tanpa menjaga kalori yang sesuai kebutuhan tubuh dapat berisiko bagi kesehatan.
Mereka dapat mengalami kadar gula darah meningkat sangat drastis, kolesterol melonjak, tekanan darah naik, dan jantung dipaksa bekerja lebih keras. Sehingga memicu palpitasi, gangguan lambung, dehidrasi, dan fluktuasi insulin yang parah.
Pada dasarnya, sebanyak apa pun kalori yang dimakan tidak akan menjadi alasan membunuh orang yang sehat, tetapi kelebihan garam, lemak, dan volume makanan yang ekstrem dapat menjadi salah satu dari penyebab kematian.
Maka, kematian Nuyanzin yang mendadak ini mengejutkan banyak orang, dan para ahli kesehatan berharap jika hidup tragisnya dapat menjadi peringatan bagi orang lain yang tetap mengikuti berbagai tantangan eksrem.