Liputan6.com, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat Donald Trump beberapa kali tampak hampir tertidur selama rapat Kabinet pada Selasa, 2 Desember 2025.
Dalam beberapa momen, presiden berusia 79 tahun itu terlihat menyipitkan mata, bahkan memejamkan mata sepenuhnya, sementara para menterinya menyampaikan laporan keberhasilan dan pujian mereka terhadap kepemimpinannya, dikutip dari laman People.com, Rabu (3/12/2025).
Advertisement
Salah satu momen paling mencolok terjadi saat Menteri Perdagangan Howard Lutnick berbicara. Trump terlihat menutup mata selama beberapa detik sebelum akhirnya mencondongkan tubuh ke depan untuk merespons pernyataan tersebut.
Penampilan lelah ini muncul sehari setelah Trump melakukan maraton unggahan larut malam di platform Truth Social -- lebih dari 160 posting antara pukul 19.00 dan tengah malam pada 1 Desember. Aktivitasnya kembali berlanjut pada pukul 05.48 keesokan paginya.
Gedung Putih Membantah Trump Mengantuk
Ketika dimintai tanggapan, Gedung Putih memberikan pernyataan dari Sekretaris Pers Karoline Leavitt.
“Presiden Trump mendengarkan dengan saksama dan memimpin rapat Kabinet maraton selama tiga jam itu,” kata Leavitt, sebelum kembali menyampaikan pesan politik pemerintahan terkait imigran Somalia.
Ia juga memuji pernyataan penutup Trump dalam konferensi pers setelah rapat, yang menyerang Partai Demokrat dan menuding mereka membiarkan “migran Somalia radikal” memasuki Amerika Serikat. Menurut Leavitt, momen tersebut menjadi “tanda seru” rapat Kabinet kesembilan Trump di masa jabatan keduanya.
Bukan Pertama Kalinya Trump Dituding Tertidur
Tahun lalu, Trump membantah laporan bahwa ia tertidur selama persidangan pidana di New York, setelah sejumlah media menggambarkannya tampak terlelap dengan mulut terbuka dan kepala terkulai.
“Berbeda dengan MEDIA BERITA PALSU, saya tidak pernah tertidur,” tulisnya di Truth Social pada 2 Mei 2024. “Saya hanya memejamkan mata biru saya yang indah, mendengarkan dengan saksama, dan menyerap semuanya.”
Pada usia 79 tahun, Trump adalah presiden tertua yang pernah terpilih dalam sejarah AS. Laporan terbaru dari The New York Times—yang membuatnya berang—menyebut bahwa jadwal publik Trump kini banyak dikurangi dan bahwa presiden kadang tampak kehabisan energi.
Dalam artikel itu, reporter Gedung Putih NYT Katie Rogers menulis bahwa “ketika ia tampil di depan publik, ada kalanya baterainya terlihat melemah.” Trump membalasnya dengan menyebut laporan tersebut sebagai serangan pribadi dan menegaskan ia baru saja menjalani pemeriksaan fisik serta tes kognitif lengkap dengan hasil “sempurna”.