Liputan6.com, Jakarta - Setiap tanggal 9 Desember memiliki makna penting bagi banyak kalangan, mulai dari penggiat antikorupsi, sejarawan, hingga masyarakat yang tengah menyambut suasana Natal.
Di Indonesia, pada momen hari Selasa (9/12/2025) ini mengingatkan pada salah satu lembar sejarah paling kelam, yaitu Pembantaian Rawagede di Karawang pada 1947.
Advertisement
Di panggung dunia pada tanggal ini, memperingati Hari Antikorupsi Sedunia, sebuah momentum global untuk menegaskan komitmen melawan praktik korupsi.
Selain itu, 9 Desember juga dirayakan sebagai Hari Kartu Natal, tradisi yang berawal pada 1843 ketika Sir Henry Cole dan seniman John Horsley menciptakan kartu Natal modern pertama di Inggris. Di Australia, tanggal yang sama diperingati sebagai Hari Pencegahan Genosida, merujuk pada lahirnya istilah “genosida” yang diciptakan Raphael Lemkin pada 1944.
Tidak hanya itu, 9 Desember juga dikaitkan dengan Hari Kedokteran Hewan Internasional, sebuah kesempatan untuk menghargai peran penting dokter hewan yang menjaga kesehatan hewan peliharaan hingga satwa ternak.
Berikut sederet peringatan yang jatuh pada tanggal 9 Desember, dirangkum Tim News Liputan6.com dari berbagai sumber:
Hari Anti Korupsi Sedunia
Dilansir Liputan6.com dari National Today , Hari Anti-Korupsi Internasional diperingati setiap 9 Desember sebagai ajakan global melawan praktik korupsi yang merugikan masyarakat.
PBB menetapkan peringatan ini untuk meningkatkan kesadaran publik agar lebih vokal dan transparan dalam menolak segala bentuk korupsi.
Sejak era Babilonia, Mesir, hingga India kuno, berbagai teks hukum sudah memuat larangan praktik suap. Di era modern, Transparency International menjadi organisasi yang paling dikenal dalam memerangi korupsi melalui riset, kampanye, dan penyusunan Indeks Persepsi Korupsi (CPI) sejak 1995. CPI kini menilai tingkat korupsi di 180 negara.
Masyarakat dapat memperingatinya dengan membuat komitmen antikorupsi, mempelajari indeks global, serta mengikuti kampanye PBB bertema "Recover with Integrity" yang menyoroti korupsi dalam sektor kesehatan.
Memperingati Pembantaian Rawagede
Dilansir Liputan6.com dari Indonesia.go.id , selain momentum global, 9 Desember juga menjadi pengingat salah satu tragedi paling kelam dalam sejarah Indonesia, Pembantaian Rawagede pada 9 Desember 1947 oleh tentara kolonial Belanda.
Kasus ini baru mendapatkan perhatian dunia beberapa dekade kemudian ketika para penyintas, seperti Yaseman, menuntut keadilan di Pengadilan Den Haag.
Meski Yaseman wafat sebelum putusan, pengadilan akhirnya memvonis pemerintah Belanda bersalah dan memerintahkan pembayaran ganti rugi.
Bagi sejarawan dan aktivis HAM seperti Marjolein van Pagee, tragedi Rawagede menunjukkan bahwa persoalan kolonialisme belum tuntas.
Menurutnya, Belanda harus melihat kolonialisme sebagai 'ideologi berbahaya' yang sarat rasisme dan eksploitasi agar tidak muncul ulang dalam bentuk baru.
Pemerintah Belanda kini mendanai penelitian sejarah untuk meninjau kembali kekerasan kolonial dengan perspektif yang lebih jujur.
Hari Kartu Natal
Dilansir Liputan6.com dari National Today , Hari Kartu Natal dirayakan setiap 9 Desember sebagai penghormatan pada tradisi mengirim kartu ucapan menjelang musim liburan.
Tradisi ini dimulai pada 1843 ketika pegawai negeri Inggris Sir Henry Cole dan seniman John Horsley mencetak kartu Natal pertama untuk mendorong penggunaan layanan pos.
Popularitasnya meningkat di Inggris pada 1860-an berkat mesin cetak, lalu berkembang pesat di Amerika Serikat setelah industri kartu ucapan tumbuh dan Hallmark berdiri pada awal abad ke-20.
Kini, merayakannya bisa dengan membuat kartu natal DIY, memajang koleksi kartu lama, atau mengirim ucapan terima kasih kepada pengirim kartu.
Hari Pencegahan Genosida
Dilansir Liputan6.com dari National Today , di Australia, 9 Desember diperingati sebagai Hari Pencegahan Genosida, bertepatan dengan adopsi Konvensi PBB tentang Pencegahan dan Penghukuman Kejahatan Genosida pada 1948.
Istilah “genosida” diciptakan pada 1944 oleh Raphael Lemkin, pengacara Yahudi-Polandia yang terinspirasi oleh tragedi pembantaian Armenia, lalu horor Holocaust. Konvensi Genosida kemudian menjadi dasar internasional untuk mencegah dan menghukum upaya pemusnahan etnis, agama, bangsa, atau kelompok sosial.
Peringatan ini mengingatkan dunia bahwa genosida biasanya berakar pada diskriminasi identitas dan hanya dapat dicegah melalui edukasi, deteksi dini, dan kolaborasi global.
Hari Kedokteran Hewan Internasional
Dilansir Liputan6.com dari Days Of The Year , Hari Kedokteran Hewan Internasional turut jatuh pada 9 Desember untuk menghargai profesi dokter hewan yang telah ada sejak ribuan tahun lalu. Praktik veterinari berkembang sejak Mesir dan India kuno, lalu melembaga secara modern pada 1761 saat sekolah kedokteran hewan pertama didirikan di Lyon, Prancis.
Perkembangan signifikan terjadi pada abad ke-19 dan ke-20, termasuk pendirian American Veterinary Medical Association (AVMA) pada 1863. Kini, kedokteran hewan mencakup perawatan modern, pembedahan, diagnostik canggih, hingga terapi alternatif.
Cara memperingatinya antara lain berbagi ucapan terima kasih untuk dokter hewan, berdonasi ke lembaga penyelamatan hewan, membuat parade hewan peliharaan, atau memberikan perawatan ekstra untuk hewan kesayangan.