RK Bantah Danai Lisa Mariana Pakai Uang Korupsi BJB: Itu Uang Pribadi, Konteksnya Pemerasan

Mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil alias RK menegaskan tidak terlibat dalam kasus korupsi pengadaan iklan pada PT BPD Jawa Barat dan Banten (BJB). Bahkan untuk urusan aliran dana ke model majalah dewasa Lisa Mariana pun disebutnya berasal dari uang pribadi.

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiterbitkan 02 Desember 2025, 19:19 WIB
Usai diperiksa selama lebih kurang enam jam, Ridwan Kamil mengaku bahagia. Tampak dalam foto, mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat meninggalkan Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (2/12/2025). (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta Mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil alias RK menegaskan tidak terlibat dalam kasus korupsi pengadaan iklan pada PT BPD Jawa Barat dan Banten (BJB). Bahkan untuk urusan aliran dana ke model majalah dewasa Lisa Mariana pun disebutnya berasal dari uang pribadi.

RK menyatakan, semua aliran dana yang disebut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terindikasi dengan korupsi BJB adalah tidak benar. Termasuk asal dari dana transfer ke Lisa Mariana. 

"Itu konteksnya pemerasan dan itu uang pribadi," kata RK usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (2/12/2025). 

Diketahui, Lisa Mariana pernah dipanggil KPK untuk mengonfirmasi aliran dana tersebut. Menurut dia, dana itu diterima untuk biaya hidup sang buah hati.

"Iya (ada aliran dana) kan buat anak saya," ungkap dia di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (22/8/2025).

Namun saat ditegaskan berapa nominal dana diterimanya, Lisa enggan menjawab.

"Saya enggak bisa sebut nominalnya," Lisa menandasi.

 

RK Kerap Kirim Uang ke Lisa Mariana

Selebgram Lisa Mariana Jalani Tes DNA di Bareskrim Polri

Lisa Mariana adalah sosok wanita yang santer diberitakan dekat dengan Ridwan Kamil. Bahkan Lisa disebut sudah mengandung dan melahirkan anak dari Ridwan Kamil. 

Demi merawat anak tersebut, Ridwan Kamil kerap mengirimkan uang. Namun aliran dana itu terhenti, sehingga Lisa mem-blow up hubungan terlarangnya bersama Ridwan Kamil ke ranah publik.

Sebelumnya, mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku senang bisa hadir memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan iklan pada PT BPD Jawa Barat dan Banten (BJB).

Alasannya, karena dirinya bisa memberikan klarifikasi dan menjelaskan secara lebih terang soal namanya yang diseret dalam kasus tersebut.  

"Saya sebenarnya senang, karena ini saya tunggu-tunggu untuk memberikan klarifikasi. Tanpa klarifikasi kan persepsinya liar lah kira-kira begitu ya. Dan tentunya cenderung merugikan," kata pria karib disapa RK sebelum memasuki ruang penyidik di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (2/12/2025).

Sebagai warga negara, RK menghormati setiap proses hukum yang dilakukan KPK. Selain itu, keterangan yang disampaikan juga menjadi bentuk transparansi sebagai mantan pejabat publik.

“Intinya saya hari ini memberikan rasa penghormatan tertinggi untuk supremasi hukum, makanya saya datang dalam rangka transparansi, juga memberikan kewajiban akuntabilitas sebagai mantan pejabat publik," jelas RK.

RK berharap, keterangan yang disampaikan hari ini bisa membuat semuanya menjadi terang benderang. Dia berjanji, usai menjalani pemeriksaan dirinya bakal berbicara terbuka kepada media. 

“Mudah-mudahan setelah klarifikasi nanti saya sampaikan ke media juga kurang lebihnya seperti apa. Tapi intinya saya siap dan mendukung KPK memberikan informasi seluas-luasnya terkait apa yang menjadi perkara di BJB," dia menandasi.

5 Tersangka Kasus Korupsi BJB

Gedung KPK (Liputan6/Fachrur Rozie)

Dalam perkara dugaan korupsi Bank BJB itu, KPK telah menetapkan lima orang tersangka pada 13 Maret 2025, yakni Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi (YR) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sekaligus Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Bank BJB Widi Hartoto (WH).

Selain itu, Pengendali Agensi Antedja Muliatama dan Cakrawala Kreasi Mandiri Ikin Asikin Dulmanan (IAD), Pengendali Agensi BSC Advertising dan Wahana Semesta Bandung Ekspress Suhendrik (SUH), dan Pengendali Agensi Cipta Karya Sukses Bersama Sophan Jaya Kusuma (SJK).

Pada 10 Maret 2025, KPK menggeledah rumah Ridwan Kamil terkait penyidikan kasus dugaan korupsi di Bank BJB dan turut menyita sepeda motor hingga mobil dari penggeledahan tersebut.

Infografis KPK Geledah Kediaman Ridwan Kamil Terkait Kasus Korupsi Bank BJB. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya