Polri Usut Asal-Usul Gelondongan Kayu Terseret Arus Banjir Bandang Sumatra

Video viral yang memperlihatkan gelondongan kayu ikut terseret arus banjir bandang di Sumatera memunculkan dugaan publik tentang adanya aktivitas pembalakan liar atau illegal logging. Bareskrim Polri pun menjawab dengan dimulainya penyelidikan awal.

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 02 Desember 2025, 16:33 WIB
Banjir bandang di Tapanuli Selatan, Sumut

Liputan6.com, Jakarta Video viral yang memperlihatkan gelondongan kayu ikut terseret arus banjir bandang di Sumatera memunculkan dugaan publik tentang adanya aktivitas pembalakan liar atau illegal logging. Bareskrim Polri pun menjawab dengan dimulainya penyelidikan awal.

Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen M Irhamni mengatakan, tim sedang mengumpulkan informasi untuk memastikan asal-usul dari gelondongan kayu tersebut.

"Sedang penyelidikan. Belum tahu asalnya," kata dia dalam keterangannya, Selasa (2/12/2025).

Penyelidikan pun diawali untuk wilayah Sumatra Utara (Sumut) maupun Sumatra Barat (Sumbar). Pasalnya, dua daerah tersebut memang terdampak bencana banjir yang besar.

"Iya (Sumut dan Sumbar)," ucap dia.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian bersuara soal viral kayu gelondongan yang terseret arus banjir di Sumatera Utara (Sumut). Video gelondongan kayu itu viral di media sosial dan memicu dugaan praktik illegal logging yang dituding sebagai penyebab banjir bandang dan longsor di berbagai wilayah.

“Soal kayu gelondongan, saya jujur aja belum tahu jawabannya. Ada yang berkembang bahwa itu katanya illegal logging, ada juga yang itu katanya kayu yang sudah lapuk, saya belum bisa menjawab," kata Tito dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (1/12/2025).

Minta Aparat Investigasi

Banjir bandang di Desa Bunin, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur. (Antara)

Agar semuanya terang dan tidak menimbulkan spekulasi, Tito menegaskan pentingnya investigasi oleh aparat penegak hukum. Dia pun memilih menahan diri untuk tidak banyak berkomentar sebelum hasil penyelidikan resmi keluar.

“Saya nggak bisa menjawab sesuatu yang saya sendiri belum melihat, mendapatkan data resmi, dan itu saya perlu investigasi dari aparat penegak hukum yang ada di sana," dia menandasi.

Sebagai informasi, media sosial diwarnai video viral kayu gelondongan besar hanyut terseret banjir di Sumatera. Kementerian Kehutanan angkat bicara.

Rekaman video yang diunggah di media sosial diduga berasal dari Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah di Sumatera Utara memperlihatkan kayu-kayu gelondongan yang ikut terbawa banjir.

Sejumlah warganet mengaitkan kayu-kayu tersebut dengan fenomena deforestasi di wilayah Sumatera yang terdampak banjir dan longsor dalam beberapa waktu terakhir.

 

Dugaan Sementara

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie Jaya bersama tim SAR gabungan masih melakukan pendataan serta upaya evakuasi warga yang terjebak banjir. Petugas juga berusaha membuka jalur alternatif terkait jembatan nasional yang rusak. Tampak foto udara menunjukkan sebuah ekskavator sedang membersihkan lumpur dari banjir bandang di jalan utama yang menghubungkan Aceh dan Sumatera Utara di Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, pada Jumat 28 November 2025. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)

Dirjen Penegakan Hukum (Gakkum) Kemenhut Dwi Januanto Nugroho memberikan penjelasan mengenai asal muasal kayu tersebut. 

Dugaan sementara, kayu-kayu itu bekas tebangan yang sudah lapuk dan kemudian terseret banjir. Pemeriksaan secara menyeluruh masih perlu dilakukan oleh tim Gakkum Kemenhut mengingat kejadian banjir masih terjadi sampai saat ini.

Dia menyebut kayu itu kemungkinan besar berasal dari Pemegang Hak Atas Tanah (PHAT) yang berada di areal penggunaan lain (APL).

Infografis Hilangnya 4 Kampung Usai Banjir dan Longsor Aceh. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya