Aksi Heroik Turis Bantu Warga Lokal Saat Banjir Bandang Vietnam

Foto-foto si turis membantu sepanjang malam direkam warga setempat dan dibagikan secara luas di media sosial. Banyak warganet menyebutnya "pahlawan."

oleh Asnida RianiDiterbitkan 03 Desember 2025, 09:00 WIB
Ilustrasi banjir. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Saat jalan-jalan Kota Nha Trang, Vietnam, terendam air hampir satu meter pada Rabu malam, 19 November 2025, seorang turis Afrika Selatan Arshaad Yousuph bergabung dengan tim penyelamat untuk menyelamatkan orang-orang yang terjebak. Aksi ini dilakukan di tengah kegelapan karena listrik sempat padam di wilayah tersebut.

Lebih dari dua minggu kemudian, melansir VN Express, Selasa, 2 Desember 2025, Yousuph bercerita, dia masih dihantui gambaran rumah-rumah yang terendam dan teriakan putus asa minta tolong yang didengarnya di hari itu. Ia mengaku melihat serangkaian unggahan di Facebook tentang orang-orang yang dalam bahaya.

Ini termasuk sebuah keluarga yang terjebak di rumah yang runtuh. "Suara mereka panik," sebutnya. Dia pergi ke markas militer setempat untuk menanyakan bagaimana dia bisa bergabung dalam upaya penyelamatan.

Yousuph kemudian diminta menghubungi nomor darurat 122, tapi karena listrik padam dan saluran telepon tidak stabil, panggilannya tidak dapat tersambung. Ia kembali ke hotel dan merasa gelisah. Pikirannya dipenuhi tangisan orang-orang tua yang terlantar dan anak-anak yang ketakutan.

Pukul 23.00, waktu setempat, dengan hujan yang masih mengguyur kota, Yousuph tetap berjalan kaki meski ditentang teman-temannya. Ia berjalan hampir tiga kilometer ke area Lotte Mart di Distrik Tay Nha Trang, sebuah tempat penampungan sementara bagi para penyintas banjir, menyusuri jalan berkedalaman satu meter dalam kegelapan.

Karena tidak memiliki kontak lokal dan kemampuan bahasa yang terbatas, ia mengandalkan alat penerjemah untuk bertanya pada penduduk setempat bagaimana ia dapat membantu. "Saya perenang yang baik, tapi tidak pernah dilatih dalam penyelamatan," katanya pada mereka.

 

Keluarga-Keluarga Terjebak Banjir

Seorang pria duduk di pintu masuk toko yang terendam banjir setelah hujan deras di Hoi An, Vietnam, Kamis 30 Oktober 2025. Badan Penanggulangan Bencana Nasional Vietnam menyebut bahwa curah hujan ekstrem telah melampaui rekor tertinggi yang pernah tercatat dalam satu hari penuh di wilayah tersebut. (NHAC NGUYEN/AFP)

Apa yang dimilikinya adalah tubuh yang sehat, tekad, dan kemauan untuk bertindak ketika orang membutuhkan bantuan. Yousuph mengatakan, seorang wanita memberinya makanan dan wanita lain memberinya jaket pelampung saat dia menyaksikan tim penyelamat menarik anak-anak, orang tua, dan keluarga yang kelelahan dari air setinggi pinggang.

Dia kemudian bergabung dengan tim penyelamat dan mulai mengangkut makanan dan air dengan rakit kecil. Sekitar tengah malam, timnya maju ke area yang dilanda banjir parah, tapi kondisinya memburuk, dan tim lain kembali dengan berita bahwa air telah naik terlalu tinggi untuk menjangkau beberapa keluarga yang masih terjebak banjir.

"Saya merasa gagal," kata si turis.

Bergabung dengan Tim Penyelamat

Badai juga berpotensi menyebabkan banjir di daerah dataran rendah. Tampak dalam foto, seorang warga merekam dengan ponselnya saat ombak menghantam Pantai Quy Nhon menjelang kedatangan Topan Kalmaegi di Provinsi Gia Lai, Vietnam Tengah, pada 6 November 2025. (NHAC NGUYEN/AFP)

Yousuph kembali ke hotelnya setelah tengah malam, tapi tidak dapat tidur. Pukul 6 pagi, ia kembali ke titik evakuasi. Kali ini, ia bergabung dengan kelompok relawan yang dikoordinasi Nguyen Van Thien, mantan direktur Dinas Kebudayaan dan Olahraga Provinsi Khanh Hoa.

Kelompok tersebut bergerak ke utara Nha Trang menuju Sungai Cai, mencapai daerah-daerah terpencil. Dengan banyak jalan yang masih belum dapat dilalui, tim penyelamat mengandalkan perahu dan rakit kecil untuk mengirimkan pasokan penting.

Yousuph melihat seluruh jalan terendam, perabotan yang mengapung di air hanyut dan keluarga-keluarga terdampar selama berhari-hari tanpa makanan atau obat-obatan. Dia membantu mengantarkan kotak-kotak mi, air minum kemasan, beras, dan obat-obatan.

Disebut Sebagai Pahlawan

Orang-orang menyusuri jalan yang terendam banjir dengan perahu setelah hujan deras di Hoi An pada Kamis 30 Oktober 2025. Provinsi-provinsi pesisir Vietnam telah dilanda hujan deras sejak 26 Oktober 2025, dengan rekor curah hujan hingga 1,7 meter (lima kaki tujuh inci) dalam 24 jam terakhir. (NHAC NGUYEN/AFP)

Yousuph membantu mengangkut peralatan untuk memulihkan listrik di Rumah Sakit Umum Yersin Nha Trang. Ia berkata, "Melihat mata merah dan wajah bingung orang-orang yang telah kehilangan segalanya membuat hati saya hancur. Saya hanya ingin memeluk semua orang dan memberi tahu mereka bahwa mereka tidak sendirian."

Banjir bersejarah pada pertengahan November menyebabkan kerusakan luas di Provinsi Khanh Hoa, menghancurkan lebih dari 100 rumah. Foto-foto Yousuph yang membantu sepanjang malam direkam warga setempat dan dibagikan secara luas di media sosial.

Banyak warganet menyebutnya "pahlawan." "Saya bukan pahlawan, hanya orang biasa yang berhati penyayang, pemberani, dan sedikit gila," ujarnya, sambil berterima kasih pada tim penyelamat dan relawan yang pernah bekerja bersamanya. "Mereka adalah pahlawan sesungguhnya."

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya