1.009 Sekolah Terdampak Banjir Bandang Sumatera, DPR Panggil Mendikdasmen Tanya Nasib Belajar Siswa

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fraksi PKB Lalu Hadrian Irfani memberikan perhatian serius terhadap 1.009 sekolah di Aceh dan Sumatera yang rusak akibat banjir bandang dan longsor.

oleh Tim NewsDiterbitkan 02 Desember 2025, 11:46 WIB
Hingga kini, tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, dan relawan terus melakukan pencarian terhadap warga yang masih hilang. Tampak dalam foto, anak-anak bermain di dekat rumah-rumah yang rusak di sebuah desa yang terdampak banjir bandang di Batang Toru, Sumatera Utara, Senin 1 Desember 2025. (AP Photo/Binsar Bakkara)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fraksi PKB Lalu Hadrian Irfani memberikan perhatian serius terhadap 1.009 sekolah di Aceh dan Sumatera yang rusak akibat banjir bandang dan longsor.

Komisi X akan segera memanggil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti untuk meminta penjelasan terkait penanganan situasi pendidikan di daerah terdampak.

Lalu mengatakan, banjir yang terjadi tidak hanya merusak fasilitas pendidikan, tetapi menghambat kegiatan belajar mengajar secara signifikan.

Oleh karena itu, Komisi X ingin memastikan Kemendikdasmen bergerak cepat dan tepat dalam menangani berbagai persoalan yang muncul.

"Komisi X ingin mendengarkan secara langsung apa saja langkah yang sudah dilakukan Kemendikdasmen. Situasi ini menyangkut masa depan pendidikan ribuan siswa dan keselamatan para guru," kata Lalu Hadrian di Jakarta, Selasa (2/12).

Dia menjelaskan, sejumlah aspek penting harus segera dipastikan penanganannya, antara lain kondisi guru dan siswa di lokasi bencana, termasuk keselamatan dan kebutuhan dasar mereka.

"Kerusakan gedung sekolah, termasuk inventaris dan sarana pembelajaran yang rusak atau hilang. Rencana rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas pendidikan yang terdampak banjir," ujarnya.

Penanganan Daerah Terisolir

Ketua DPW PKB NTB itu menyebut, pihaknya juga akan membahas penanganan daerah yang masih terisolir akibat akses jalan terputus, yang membuat kegiatan pendidikan tidak dapat berjalan.

“Tidak kalah pentingnya adalah daerah-daerah yang hingga kini masih terisolir. Akses jalan yang terputus tentu berdampak pada layanan pendidikan. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah,” sebutnya.

Lalu Hadrian juga meminta Kemendikdasmen menyusun langkah mitigasi dan protokol penanganan pendidikan di daerah rawan bencana, sehingga kejadian serupa di masa depan dapat direspons lebih cepat dan sistematis.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya