Saham Airbus Anjlok Usai Terungkap Masalah Kualitas pada Pesawat A320

Saham Airbus jatuh setelah laporan adanya masalah kualitas pada panel badan pesawat A320 yang berpotensi menunda pengiriman.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 02 Desember 2025, 11:10 WIB
Model tampilan pesawat A350-1000 terlihat pada booth Airbus saat Singapore Airshow 2022 di Singapura, Selasa (15/2/2022). Singapore Airshow 2022 dimulai pada hari ini hingga 18 Februari. (ROSLAN RAHMAN/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Saham Airbus tercatat merosot tajam hingga 10 persen pada perdagangan Senin, setelah muncul laporan adanya temuan masalah kualitas produksi pada puluhan pesawat keluarga A320. Masalah tersebut dilaporkan terkait panel badan pesawat (fuselage panels) yang berpotensi menunda sejumlah jadwal pengiriman.

Dikutip dari CNBC, Selasa (2/12/2025), sumber dari pihak internal menyebutkan bahwa dugaan cacat produksi ini disebut belum memengaruhi pesawat yang saat ini sudah beroperasi. Meski begitu, kabar tersebut langsung menekan kinerja saham raksasa penerbangan asal Eropa itu.

Airbus melalui pernyataan resminya membenarkan adanya temuan pada “sejumlah terbatas” panel logam A320. Perusahaan menegaskan sumber masalah telah berhasil diidentifikasi dan dikendalikan.

CNBC mencoba menghubungi Airbus untuk meminta komentar lebih lanjut.

Di bursa Paris, saham Airbus langsung terperosok ke posisi terbawah dalam indeks pan-Eropa Stoxx 600. Saat penutupan perdagangan, saham perusahaan masih melemah sekitar 5,8 persen, meski sempat anjlok lebih dalam pada sesi sebelumnya.

 

Pembaruan Sistem

Ilustrasi Pesawat Airbus. (Pixabay/mrminibike)

Temuan terbaru ini muncul hanya beberapa hari setelah Airbus mengumumkan bahwa sekitar 6.000 pesawat keluarga A320 terdampak gangguan perangkat lunak. Mayoritas pesawat yang mengalami gangguan tersebut kini telah menerima pembaruan sistem.

Dalam pernyataan yang dirilis Senin, Airbus meminta maaf kepada penumpang dan maskapai atas gangguan yang terjadi. Gangguan software itu memengaruhi lebih dari separuh armada A320 dan membuat maskapai harus menghentikan operasional pesawat di salah satu akhir pekan tersibuk sepanjang tahun.

Dampaknya terasa luas, mulai dari perjalanan liburan di Amerika Serikat hingga Australia. Gangguan yang dikaitkan dengan aktivitas badai matahari tersebut terutama menghantam jaringan rute pendek di Asia, yang banyak mengandalkan armada A320.

Sementara itu, saham American Airlines dan Delta Air Lines yang terdampak penarikan pesawat Airbus bergerak tipis. Di sisi lain, saham Thales—pemasok software sistem penerbangan Airbus—terpantau turun 2 persen.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya