BMKG: Hujan Masih Berpeluang Guyur Wilayah Aceh, Sumut hingga Sumbar Selasa 2 Desember 2025

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut, hujan masih berpeluang turun di bagian wilayah Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) pada hari ini, Selasa (2/12/2025).

oleh Devira PrastiwiDiterbitkan 02 Desember 2025, 06:45 WIB
Daerah terdampak meliputi Padang Pariaman, Kota Padang, Kabupaten Agam, Pesisir Selatan, Solok, Kota Pariaman, Pasaman Barat, Bukittinggi, serta beberapa kota/kabupaten lain yang juga mengalami banjir, longsor, hingga kerusakan infrastruktur. Banyak rumah warga terendam, akses jalan terputus, dan sejumlah fasilitas publik rusak akibat intensitas hujan ekstrem. Tampak dalam foto, warga memeriksa rumah-rumah yang rusak akibat banjir di Malalak, Sumatera Barat, Indonesia, Kamis, 27 November 2025. (AP Photo/Ade Yuandha)

Liputan6.com, Jakarta - Hujan masih berpeluang turun di bagian wilayah Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) pada hari ini, Selasa (2/12/2025).

Menurut informasi cuaca yang disiarkan di laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan ringan hingga sedang berpeluang turun di wilayah pesisir barat dan tengah Aceh seperti Banda Aceh, Lhokseumawe, dan Sabang.

"Bagian wilayah Sumatera Utara seperti Medan, Binjai, dan Tanjung Balai diprakirakan berawan tebal pada siang hari, sementara daerah pesisir timur dan sekitar Danau Toba berpeluang menghadapi hujan ringan pada siang hingga sore hari," kata BMKG, seperti dikutip dari Antara, Selasa (2/12/2025).

Kemudian, bagian wilayah Sumatera Barat seperti Padang, Bukittinggi, dan Pariaman diprakirakan berawan, tetapi daerah pegunungan dan pesisir barat diprakirakan hujan ringan.

"BMKG mengingatkan bahwa bagian wilayah Aceh, Sumut, dan Sumbar masih perlu mewaspadai dampak hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada Selasa," jelas BMKG.

Wilayah Aceh, Sumut, dan Sumbar sedang menghadapi dampak bencana banjir dan tanah longsor, yang menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Senin 1 Desember 2025 telah menyebabkan total 442 orang meninggal serta memaksa puluhan ribu orang mengungsi.

Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kini terbukti tidak hanya berperan dalam intervensi pemenuhan gizi harian, tetapi juga menjadi fasilitas paling siap menangani situasi darurat, termasuk bencana alam.

"Kami juga sudah bisa membuktikan bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak hanya berfungsi melakukan intervensi pemenuhan gizi. Tapi juga fasilitas yang paling siap menghadapi bencana," kata Dadan dalam acara Rapat Pimpinan Nasional KADIN, di Park Hyatt, Jakarta, Senin 1 Desember 2025.

 

Bos BGN: 286 Dapur Gizi Layani Pengungsi di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana saat acara Rapat Pimpinan Nasional KADIN, di Park Hyatt, Jakarta, Senin (1/12/2025). (Foto: Liputan6.com/Tira Santia)

Dalam musibah banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, kata Dadan, SPPG menjadi unit yang langsung bergerak cepat membantu masyarakat terdampak.

Menurut Dadan, total 286 SPPG telah berada dalam status on duty dan langsung melayani para pengungsi di tiga provinsi tersebut.

"Jadi, dalam kondisi bencana di Aceh, di Sumatera Utara dan juga di Sumatera Barat ada 286 SPPG yang on duty, jadi langsung meng handle para korban," ucap Dadan.

Di Aceh, terdapat 55 SPPG yang dikerahkan untuk menangani kebutuhan pangan dan gizi para penyintas di berbagai titik pengungsian. Sementara itu, di Sumatera Utara, yang menjadi wilayah dengan dampak bencana paling luas, 173 SPPG aktif melayani ribuan pengungsi sejak hari pertama.

Ada pun di Sumatera Barat, 66 SPPG bergerak melayani warga yang terpaksa meninggalkan rumah akibat banjir dan tanah longsor.

"Di Aceh ada 55 SPPG yang melayani pengungs, Di Sumut ada 173 SPPG yang melayani pengungs,i Dan di Sumatera Barat ada 66 SPPG yang melayani pengungsi," terang Dadan.

 

SPPG Jadi Garda Terdepan Bencana Alam

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana saat acara Rapat Pimpinan Nasional KADIN, di Park Hyatt, Jakarta, Senin (1/12/2025). (Foto: Liputan6.com/Tira Santia)

Dadan menekankan, kemampuan SPPG dalam merespons cepat kondisi darurat menunjukkan pentingnya keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi dari pusat hingga daerah.

"Jadi, yang paling siap melayani mereka yang terdampak bencana adalah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi," pungkasnya.

Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan Program Makan Bergizi Gratis akan langsung berjalan pada awal Januari 2026, dengan belanja harian mencapai Rp 900 miliar.

"Tahun depan kita akan lanjut dengan program makan bergizi gratis. Dan tahun depan satu hari di bulan Januari itu kami akan mengirimkan atau menggunakan uang per hari Rp 900 miliar," kata Kepala BGN Dadan Hindayana dalam acara Rapat Pimpinan Nasional KADIN, di Park Hyatt, Jakarta, Senin 1 Desember 2025.

Angka ini menjadi stimulus ekonomi instan yang mengalir sejak hari pertama, bahkan ketika kementerian lain belum mulai melakukan belanja anggaran tahunannya.

"Jadi, ketika Kementerian lain nanti belum bisa menggunakan uang, Badan Gizi dipastikan sudah akan bisa mengirimkan uang ke setiap SPPG," ujarnya.

Dadan Hindayana menjelaskan jika 24 ribu Sentra Penyedia Pangan Gizi (SPPG) telah rampung pada akhir Desember 2025, hal ini memungkinkan pencairan bantuan dan distribusi makanan dapat dilakukan tanpa jeda administrasi.

Artinya, BGN bergerak jauh lebih awal dibanding mekanisme belanja kementerian dan lembaga lain yang biasanya membutuhkan waktu.Dengan belanja harian yang sangat besar, daya beli masyarakat dan perputaran uang di akar rumput diproyeksikan akan meningkat signifikan.

Infografis Duka Bencana Beruntun di Sumut. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya