Liputan6.com, Jakarta - Brendan Foody, miliarder termuda di dunia yang merintis usahanya sendiri di usia 22 tahun, menjadi contoh nyata bahwa Generasi Z juga bisa bekerja keras dan sukses di dunia startup. Berbeda dengan stereotipe yang sering dikaitkan dengan anak muda zaman sekarang, Foody justru menentang pandangan tersebut.
Ia tidak hanya berhasil meraih kekayaan besar, tetapi juga membangun perusahaan rintisan yang tengah naik daun, Mercor, sebuah platform perekrutan berbasis kecerdasan buatan (AI).
Advertisement
Dikutip dari Yahoo Finance, Kamis (4/12/2025), perjalanan Foody menuju miliarder dimulai saat ia mengikuti hackathon di São Paulo. Bersama dua rekan debatnya, Adarsh Hiremath dan Surya Midha, mereka menciptakan ide untuk Mercor, sebuah platform perekrutan berbasis AI yang mengotomatiskan proses perekrutan, mulai dari penyaringan resume hingga wawancara.
Hanya dalam sembilan bulan, Mercor berhasil mencapai pendapatan sebesar USD 1 juta dan menarik perhatian investor besar.
Pendanaan terbaru sebesar USD 350 juta yang dipimpin oleh Felicis Ventures dan didukung oleh Benchmark, General Catalyst, serta Robinhood Ventures, membawa mereka menjadi perusahaan dengan valuasi USD 10 miliar, menjadikan Mercor sebagai salah satu decacorn yang merupakan startup dengan valuasi lebih dari USD 10 miliar, yang berkembang pesat.
Tanpa Libur Selama Tiga Tahun
Meskipun baru berusia 22 tahun, Foody telah menunjukkan dedikasi yang luar biasa terhadap pekerjaannya. Dalam tiga tahun terakhir, ia tidak pernah mengambil libur. Baginya, bekerja bukanlah kewajiban, melainkan sebuah obsesi.
"Kami bekerja keras. Saya bekerja setiap hari selama tiga tahun terakhir," ungkap Foody. Baginya, kelelahan bukan berasal dari bekerja keras, melainkan dari bekerja pada hal-hal yang tidak memuaskan.
Foody mengungkapkan bahwa pekerjaan di Mercor bukan sekadar pekerjaan biasa. Ia merasa memiliki dorongan untuk terus bekerja, bahkan saat makan malam bersama orang tuanya. "Sering kali hal-hal yang tidak saya sukai, tapi sekarang, rasanya seperti ada obsesi yang terus terngiang di kepala saya," ujarnya.
Mengatasi Kelelahan dengan Menemukan Makna dalam Pekerjaan
Salah satu kunci kesuksesan Foody adalah mencari makna dalam setiap pekerjaan yang dilakukannya. Bagi Foody, melihat dampak dari apa yang ia kerjakan adalah hal yang sangat penting. "Saya tidak bisa benar-benar libur sehari pun, karena saya punya dorongan untuk kembali melakukannya," tambahnya.
Menurutnya, menemukan hal yang benar-benar bisa mereka curahkan dalam hidup adalah salah satu hal terpenting yang bisa membantu seseorang mengatasi kelelahan. Bagi Foody, bekerja keras bukanlah masalah jika dilakukan dengan hal yang kita cintai dan memiliki tujuan yang jelas.
Masa Depan yang Cerah
Pada usia yang sangat muda, Foody dan rekan-rekannya di Mercor telah berhasil membuktikan bahwa kesuksesan tidak hanya datang dari kerja keras, tetapi juga dari kecintaan pada apa yang dikerjakan. Dengan perusahaan yang terus berkembang pesat, mereka berpotensi menjadi kekuatan besar di industri perekrutan berbasis AI.
Seiring dengan pencapaian ini, Foody membuktikan bahwa Gen Z tidak hanya bisa mengandalkan teknologi, tetapi juga memiliki semangat kerja yang tinggi, bahkan di tengah tantangan yang ada. Dengan obsesi dan dedikasi yang terus membara, Foody menjadi contoh bagi anak muda lainnya yang ingin sukses di dunia bisnis.