Grand Final Olimpiade PAI 2025 Dibuka, 430 Finalis Berebut Gelar Juara Nasional

Romo Syafi’i menegaskan bahwa Olimpiade PAI bukan hanya ajang kompetisi, tetapi ruang penguatan nilai keagamaan bagi peserta dari berbagai jenjang pendidikan.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 30 November 2025, 19:05 WIB
Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i resmi membuka Grand Final Olimpiade Pendidikan Agama Islam (PAI) 2025 dan Doa PAI untuk Bangsa di Jakarta, Minggu (30/11/2025). (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i resmi membuka Grand Final Olimpiade Pendidikan Agama Islam (PAI) 2025 dan Doa PAI untuk Bangsa di Jakarta, Minggu (30/11/2025).

Wamenag berharap kegiatan ini dapat melahirkan generasi pelajar yang berkarakter kuat, unggul, moderat, dan cinta tanah air.

Romo Syafi’i menegaskan bahwa Olimpiade PAI bukan hanya ajang kompetisi, tetapi ruang penguatan nilai keagamaan bagi peserta dari berbagai jenjang pendidikan.

“Kegiatan ini memberi kesempatan bagi siswa untuk menunjukkan pemahaman keagamaannya. Saya berharap, pulang dari sini para peserta menjadi pribadi yang lebih Islami dan berkarakter mulia,” ujar Wamenag dalam sambutannya.

Ia juga meminta peserta membawa pulang nilai-nilai positif dari kompetisi ini ke daerah masing-masing. “Kualitas itu harus dibawa pulang, menjadi teladan di daerah masing-masing. Juara atau tidak, kalian tetap pemenang,” tambahnya.

PAI sebagai Pilar Pembentukan Karakter

Acara yang merupakan bagian dari rangkaian PAI Fair 2025 ini diikuti peserta dari SD, SMP, SMA hingga mahasiswa. Ribuan peserta mengikuti seleksi panjang hingga terpilih 430 finalis dari total 54.880 pendaftar yang bersaing di tingkat nasional dalam delapan kategori lomba.

Hadir pula Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq, yang menekankan pentingnya pembelajaran agama sebagai instrumen internalisasi nilai.

“Yang penting bukan banyaknya materi, tetapi esensi nilai yang benar-benar perlu dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Fajar.

Ia menjelaskan fungsi ganda PAI, pertama bonding, memperkuat keimanan peserta didik. Kemudian Bridging, membentuk keterampilan sosial dan kemampuan hidup harmonis dalam keberagaman. 

Fajar juga menyinggung hasil survei BRIN 2024 yang menunjukkan bahwa meski mayoritas masyarakat Indonesia mengaku religius, hanya sebagian kecil yang memahami ajaran agama secara komprehensif.

“Ini tantangan besar dalam pendidikan agama modern,” tegasnya.

 

Banjir Sumatera Jadi Doa Bersama

Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Amien Suyitno mengatakan pembukaan Olimpiade PAI berlangsung dalam suasana keprihatinan nasional akibat bencana banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

“Kami selipkan doa khusus agar Allah mengangkat musibah ini. Semoga saudara-saudara kita diberi ketabahan,” ucap Suyitno.

Ia menambahkan, terdapat tujuh finalis dari wilayah terdampak yang tidak dapat hadir langsung, tetapi tetap mengikuti kompetisi secara daring melalui fasilitas khusus dari Kemenag.

“Kompetisi ini bukan hanya adu intelektual, tetapi pembinaan karakter disiplin, tanggung jawab, dan kebersamaan. Nilai-nilai ini sangat penting di tengah situasi kebencanaan yang dihadapi bangsa,” ujar Suyitno.

Infografis 6 Ormas Keagamaan Dapat Konsesi Tambang dari Jokowi. (Liputan6.com/Abdillah)

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya