Impor Indonesia Turun 1,15 Persen Jadi USD 21,84 Miliar pada Oktober 2025

Impor Indonesia turun pada periode Oktober 2025 dengan rincian impor migas sebesar USD 2,81 miliar sementara impor non-migas USD 19,03 miliar.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 01 Desember 2025, 12:10 WIB
Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (25/5). Nilai impor Indonesia pada Oktober 2025 mencapai USD 21,84 miliar. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Indonesia pada Oktober 2025 mencapai USD 21,84 miliar. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 1,15% secara tahunan dibandingkan Oktober 2024.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini merinci, nilai impor migas sebesar USD 2,81 miliar atau turun 23,32% secara tahunan. Sementara itu, nilai impor non-migas adalah sebesar USD 19,03 miliar dan mengalami peningkatan secara tahunan sebesar 3,26%.

“Penurunan nilai impor secara tahunan ini didorong oleh penurunan impor migas dengan andil sebesar minus 3,87%,” ujar Pudji dalam Konferensi Pers, Senin (1/12/2025).

Adapun untuk impor menurut penggunaan pada Oktober 2025. Pada Oktober 2025, terjadi penurunan impor untuk golongan penggunaan barang konsumsi dan bahan baku atau penolong secara tahunan.

Secara tahunan nilai impor barang konsumsi turun sebesar 1,93%, kemudian nilai impor bahan baku penolong sebagai pendorong utama penurunan impor turun sebesar 5,18% dengan andil minus 3,75%, sementara itu nilai impor barang modal naik sebesar 15,24%.

Pudji menambahkan, sepanjang Januari hingga Oktober 2025, total nilai impor mencapai USD 198,16 miliar atau naik 2,19% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Nilai impor migas tercatat senilai USD 26,56 miliar atau turun 12,67%, sementara impor non-migas naik 4,95% menjadi USD 171,61 miliar.

“Jika dilihat menurut penggunaan, secara kumulatif peningkatan nilai impor terjadi pada barang modal dan sebagai penyumbang utama peningkatan impor, nilai impor barang modal mencapai USD 40,55 miliar atau naik 18,67% dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan memberikan andil peningkatan sebesar 3,29%.” jelas Pudji

 

Impor Menurut Penggunaan

Suasana bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (29/10/2021). Surplus ini didapatkan dari ekspor September 2021 yang mencapai US$20,60 miliar dan impor September 2021 yang tercatat senilai US$16,23 miliar. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Peningkatan impor barang modal terutama terjadi pada beberapa kelompok utama seperti mesin atau peralatan mekanis atau bagiannya (HS84), mesin atau perlengkapan elektrik (HS85), serta kendaraan dan bagiannya (HS87).

Sedangkan impor bahan baku penolong turun 1,25% menjadi USD 139,60 miliar. Begitu pula dengan impor barang konsumsi yang mengalami penurunan sebesar 2,05% menjadi USD 18,02 miliar.

Pada Oktober 2025, impor barang konsumsi mengalami penurunan 1,93% secara tahunan. Impor bahan baku atau penolong juga turun 5,18% dengan andil penurunan sebesar 3,75%. Di sisi lain, nilai impor barang modal naik 15,24% secara tahunan.

Sepanjang Januari hingga Oktober 2025, impor barang modal tetap menjadi pendorong utama peningkatan impor. Peningkatan impor komoditas mesin atau peralatan mekanis, mesin atau perlengkapan elektrik, serta kendaraan dan bagiannya mendorong share ketiganya menjadi sekitar 37,84% dari total impor non-migas.

Nilai impor mesin atau peralatan mekanis tercatat sebesar 30,10 miliar USD dengan volume 3,89 juta ton. Impor mesin atau perlengkapan elektrik mencapai 25,73 miliar USD dengan volume 1,77 juta ton, dan kendaraan serta bagiannya tercatat sebesar 9,10 miliar USD dengan volume 1,38 juta ton.

 

Impor Menurut Negara Asal

Tiga besar negara asal impor Indonesia sepanjang Januari–Oktober 2025 adalah Tiongkok, Jepang, dan Amerika Serikat yang secara gabungan berkontribusi 52,75% dari total impor non-migas.

Impor non-migas dari Tiongkok mencapai 70,19 miliar USD, dari Jepang 12,17 miliar USD, dan dari Amerika Serikat 8,17 miliar USD. Ketiganya didominasi oleh komoditas mesin dan peralatan mekanis (HS84).

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya