Harga Emas Dunia Menguat, Dolar Melemah: Analis Prediksi Logam Mulia Bisa Sentuh USD 4.381

Harga emas dunia kembali naik didorong ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 01 Desember 2025, 06:00 WIB
Harga emas dunia dinilai berpotensi melanjutkan kenaikan menuju level USD 4.381 dalam satu minggu ini. Ilustrasi harga emas dunia hari ini (Foto By AI)

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas dunia menutup perdagangan akhir pekan lalu dengan sentimen positif setelah pasar semakin yakin bahwa Federal Reserve (The Fed) berpotensi menurunkan suku bunga dalam waktu dekat. Pelemahan dolar AS serta turunnya imbal hasil obligasi memberi dorongan tambahan terhadap permintaan emas, terutama dari investor global yang mencari aset aman di tengah ketidakpastian ekonomi.

Analis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, menilai tren harga emas masih menunjukkan penguatan pada pekan ini meskipun volatilitas pasar global tetap perlu diantisipasi. Ia menyebut ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter The Fed menjadi faktor utama yang membuat harga emas bergerak naik dalam beberapa sesi terakhir.

“Banyak pelaku pasar memperkirakan The Fed akan segera melonggarkan kebijakan moneternya. Hal ini melemahkan dolar AS dan menurunkan opportunity cost dalam memegang emas,” ujarnya dikutip Senin (1/12/2025).

Secara teknikal, Andy memproyeksikan peluang penguatan lanjutan jika momentum bullish terus bertahan. Harga emas dunia dinilai berpotensi melanjutkan kenaikan menuju level USD 4.381 dalam satu minggu ini. Level tersebut disebut sebagai resistance psikologis yang dapat menjadi penentu arah pasar berikutnya.

 

Hati-hati Jika Dolar Kembali Menguat

Ilustrasi harga emas dunia hari ini (Foto By AI)

Andy menjelaskan bahwa sentimen positif terhadap emas akan semakin kuat jika didukung data ekonomi AS yang melemah serta pernyataan dovish dari pejabat The Fed. Namun, ia mengingatkan adanya potensi koreksi jika harga emas gagal mempertahankan area support penting.

“Jika harga emas reversal dan menembus key level di USD 3.867, maka ada potensi penurunan lanjutan hingga USD 3.718,” jelasnya.

Kondisi tersebut bisa terjadi apabila dolar AS kembali menguat akibat data ekonomi yang positif, sentimen hawkish baru dari The Fed, atau kenaikan yield obligasi. Meski demikian, saat ini pelemahan dolar dan penurunan yield masih menjadi faktor dominan yang mendukung kenaikan harga emas.

Emas kembali dilirik sebagai instrumen safe haven terutama di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi AS, rentetan data tenaga kerja yang melemah, hingga ketidakpastian geopolitik global yang masih berlanjut.

 

Menunggu Data Penting

Ilustrasi harga emas hari ini (dok: Foto AI)

Pasar kini memantau serangkaian data penting seperti indeks manufaktur, laporan pekerjaan, hingga pernyataan lanjutan dari pejabat The Fed. Di tengah tekanan inflasi global dan menurunnya kepercayaan terhadap mata uang fiat, emas tetap dipandang sebagai aset lindung nilai yang relevan.

Secara keseluruhan, outlook harga emas hari ini cenderung positif dengan bias bullish selama harga bertahan di atas area support utama. Pergerakan pasar diperkirakan akan mengikuti dinamika kebijakan moneter AS dan perkembangan ekonomi global dalam beberapa pekan ke depan.

Investor diimbau tetap mencermati potensi volatilitas yang meningkat, seiring semakin dekatnya rilis data-data ekonomi penting serta arah kebijakan bank sentral. Dengan kombinasi sentimen moneter longgar dan permintaan safe haven, harga emas diperkirakan tetap stabil dalam tren penguatan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya