Liputan6.com, Kyiv - Ukraina kembali menyerang aset energi Rusia dengan menggunakan drone angkatan laut Sea Baby buatan dalam negeri.
Dua kapal tanker minyak Rusia—Kairos dan Virat—menjadi target terbaru dalam operasi di Laut Hitam, ungkap seorang pejabat Dinas Keamanan Ukraina (SBU) kepada The Associated Press pada Sabtu.
Advertisement
Kedua kapal tersebut disebut sebagai bagian dari “armada bayangan” Rusia, yakni jaringan kapal yang beroperasi untuk menghindari sanksi internasional, dikutip dari laman AP News, Minggu (30/11/2025).
Serangan dilakukan beruntun pada Jumat sore di lepas pantai wilayah Turki di Laut Hitam, dan memicu operasi penyelamatan oleh penjaga pantai Turki serta tim bantuan lainnya. Seluruh awak kapal dilaporkan selamat.
Pejabat SBU yang berbicara tanpa menyebut nama karena sensitifnya operasi mengonfirmasi bahwa mereka telah menyerahkan rekaman video dugaan serangan kepada AP. Video itu disebut menunjukkan momen penghancuran kedua kapal tanker tersebut.
Menurut pejabat tersebut, kedua kapal memang masuk dalam daftar sanksi Barat. Ia menegaskan bahwa intelijen Ukraina “secara aktif mengambil langkah untuk membatasi kemampuan finansial Rusia dalam melanjutkan perang.” Drone Sea Baby dilaporkan menonaktifkan kapal-kapal yang mampu mengangkut minyak senilai hampir 70 juta dolar AS, sehingga mengganggu upaya Rusia menghindari sanksi internasional.
Respons Turki: Kemungkinan Serangan DroneMenteri Transportasi dan Infrastruktur Turki, Abdulkadir Uraloglu, sebelumnya menyampaikan bahwa kapal-kapal tersebut kemungkinan terkena ranjau, rudal, kapal tak berawak, atau drone.
Ia menegaskan bahwa insiden itu terjadi di zona ekonomi eksklusif Turki. Pemerintah Turki kini berkoordinasi dengan negara-negara terkait untuk mencegah kejadian serupa dan menjaga keselamatan navigasi di jalur tersebut.
Uraloglu menjelaskan bahwa Kairos—kapal berbendera Gambia—mengalami kebakaran yang terus menyala di ruang tertutup kapal pada Sabtu. Seluruh 25 awak telah dievakuasi dengan selamat.
Mesin Kapal Terbakar
Sementara itu, kapal Virat dilaporkan tidak terbakar dan tidak mengajukan permintaan evakuasi. Meski demikian, otoritas sebelumnya menerima laporan bahwa ruang mesin kapal tersebut sempat terbakar.
Kapten kapal Virat juga mengeluarkan panggilan darurat yang menyebut adanya “serangan drone,” menguatkan dugaan bahwa insiden itu merupakan bagian dari operasi militer Ukraina.
Serangan ini menambah panjang daftar upaya Ukraina menargetkan infrastruktur energi dan logistik maritim Rusia, terutama di tengah meningkatnya ketegangan dan dinamika perang di Laut Hitam.