Bencana Sumatera: Bahlil Prioritaskan Nyala Listrik di Wilayah Terdampak

Menteri Bahlil meminta kepada PLN dan Pertamina untuk segera menanggulangi dampak bencana di Sumatera sesegera mungkin.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 29 November 2025, 17:25 WIB
Sedikitnya 62 nyawa melayang, puluhan ribu warga terpaksa mengungsi. Beberapa akses vital di tiga provinsi utama: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat putus. Tampak dalam foto, pengendara melintasi jembatan melewati bangunan yang rusak akibat banjir di Tanah Datar, Sumatera Barat, Jumat 28 November 2025. (AP Photo/Ali Nayaka)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyebut proses pemulihan listrik di wilayah terdampak bencana terus dilakukan. Berbagai kebutuhan material perbaikan sudah dikirim ke Sumatera Utara dan Aceh.

Menyusul listrik mati imbas banjir dan longsor di Aceh dan Sumut, Bahlil langsung meminta PT PLN (Persero) ambil bagian. Termasuk mengirimkan material perbaikan tower listrik menggunakan pesawat hercules milik TNI Angkatan Udara.

"Semalam listrik kan sempat mati, saya koordinasi terus sama PLN. Saya langsung juga berkomunikasi dengan tim. Jadi sebagian tower tiang listrik ini kita kirim pakai Hercules. Subuh tadi sebagian sudah masuk," ungkap Bahlil di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, dikutip Sabtu (29/11/2025).

Sebagai informasi, ada 12 tower listrik PLN yang mengalami kerusakan di wilayah Aceh terdampak banjir beberapa waktu lalu. Bahlil mengamini, pemulihannya dilakukan bertahap, mengingat akses jalan yang juga terkendala.

"Sekarang kita mulai pemasangan dan jalan di sana kan putus. Jadi langkah pertama yang kita lakukan adalah bagaimana percepatan untuk aliran listrik bisa nyala," ucap dia.

Bahlil juga memikirkan proses distribusi BBM di wilayah-wilayah terdampak. "Pasti itu juga termasuk. Karena begitu jalan putus itu terganggu. Tapi kita lagi putar otak semuanya. Insya Allah kita akan lakukan pemulihan secara cepat ya," tandasnya.

 

Minta Pertamina-PLN Gerak Cepat

Sementara, di Sumatera Barat, dampak bencana tercatat lebih meluas hingga mencakup 13–14 kabupaten/kota. Tampak dalam foto, rumah-rumah terlihat rusak setelah banjir melanda Malalak, Sumatera Barat, Kamis 27 November 2025. (AP Photo/Ade Yuandha)

Sebelumnya, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung meminta listrik dan bahan bakar minyak (BBM) terjamin di wilayah terdampak banjir dan longsor Sumatera Utara serta Aceh. Meski diakuinya ada kendala soal listrik dan jalur distribusi BBM.

Yuliot meminta kelistrikan bisa dijamin oleh PT PLN (Persero), serta PT Pertamina (Persero) menjamin pasokan BBM dan LPG ke wilayah bencana. Menyusul bencana banjir dan longsor di Sumut, Aceh, hingga Riau.

"Yang pertama, kelistrikan. Itu kan untuk daerah yang terdampak, itu kan kelistrikannya harus dipastikan aman, dan juga bagaimana penyaluran kalau ada kondisi yang menyebabkan sebagian infrastrukturnya yang terganggu. Jadi itu harus segera dipulihkan oleh teman-teman PLN," kata Yuliot, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (28/11/2025).

 

Distribusi BBM

PLN mengirim tower listrik darurat menggunakan pesawat milik TNI Angkatan Udara untuk pemulihan kelistrikan di Aceh. (Dok PLN)

Diketahui, PLN sudah mengirimkan material tower dari Jakarta ke Aceh. Tercatat, ada 12 tower listrik PLN yang rusak. Penyedia tenaga listrik darurat juga telah disalurkan ke fasilitas penting seperti rumah sakit dan musala.

Yuliot juga meminta Pertamina memastikan pasokan BBM di wilayah terdampak bencana. Apalagi dengan adanya jalur distribusi yang terhambat longsor hingga jembatan putus.

"Itu kan ketersediaan BBM, ini kan banyak jalan yang longsor, banyak jembatan yang putus juga. Jadi kita juga memastikan untuk SPBU yang ada, ini yang bisa dilayani itu akan tetap didistribusikan oleh teman-teman yang ada di Pertamina Patra Niaga," pintanya.

 

Pertamina Alihkan Distribusi BBM

Diberitakan sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga mengakui distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan LPG terkendala imbas bajir dan longsor di sejumlah titik di Sumatera Utara dan Aceh. Pengalihan rute hingga penambahan armada pengiriman pun dilakukan.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Domatubun menyampaikan, ada jalur distribusi terdampak banjir dan longsor, serta sebagian jalur diberlakukan buka-tutup jalan. Alhasil, Pertamina mengalihkan pasokan dari sejumlah lokasi integrated terminal (IT) dan terminal BBM atau fuel terminal (FT) lokasi lain.

"Alih suplai (rerouting) melalui IT Lhokseumawe, IT Dumai, FT Siantar, FT Kisaran, dan FT Sibolga," kata Roberth saat dihubungi Liputan6.com, Jumat (28/11/2025).

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya