Liputan6.com, Jakarta - Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau United Nations Development Programme (UNDP) merayakan tiga tahun perjalanan Sustainable Landscape Program Indonesia (SLPI) melalui pameran foto bertajuk "Lanskap (Tata Ruang) Berkelanjutan, Komoditas yang Bertanggung Jawab, dan Komunitas yang Berkembang" di Pos Bloc Cultural Hall, Jakarta, Jumat 28 November 2025.
Acara yang didukung Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Swiss melalui Swiss State Secretariat for Economic Affairs (SECO) bertujuan untuk mendorong transformasi komoditas menuju praktik berkelanjutan, memperkuat tata kelola lanskap, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.
Advertisement
Counsellor, Head of Economic Cooperation and Development (SECO), Embassy of Switzerland in Indonesia Violette Ruppanner mengatakan, acara ini menjadi wujud kerja sama bilateral yang menghasilkan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.
"Melalui SLPI, kami mendukung penuh Pemerintah Indonesia dalam mendorong rantai pasok komoditas yang semakin bertanggung jawab," ujar Violette melalui keterangan tertulis, Jumat (28/11/2025), melansir Antara.
Dia mengatakan, pameran foto lanskap juga dibarengi dengan gelar wicara untuk mempertemukan perspektif kebijakan, pengalaman lapangan, dan aspirasi masyarakat.
"Karya yang dihadirkan menampilkan kerja kolaboratif SLPI di Provinsi Aceh, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur bersama empat konsorsium lanskap, yaitu LASR, SPLP, Mosaik Initiative dan SUSTAIN Kutim," terang Violette.
Memasuki ruang pamer, pengunjung diajak untuk meresapi tiga tahun perjalanan SLPI bekerja sama dengan masyarakat, mitra pembangunan, perusahaan, dan pemerintah.
"Panel-panel foto menampilkan praktik berkelanjutan yang dilakukan petani kecil dan perusahaan, pertemuan forum multipihak, dan beragam kemajuan dalam tata kelola komoditas berkelanjutan, termasuk di dalamnya adalah kelapa sawit dan karet," jelas Violette.
Jurnal Foto
Pada kesempatan ini, UNDP turut meluncurkan jurnal foto SLPI yang menceritakan perjalanan program ini di tingkat nasional dan lanskap selama tiga tahun terakhir lewat foto-foto pilihan.
Selain itu, pengunjung menyaksikan gelar wicara yang menghadirkan narasumber dari berbagai pemangku kepentingan. SECO membuka diskusi dengan paparan tentang bagaimana kemitraan bilateral mendukung transformasi komoditas, dilanjutkan dengan penjelasan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia mengenai pengaruh positif SLPI terhadap implementasi kebijakan keberlanjutan di tingkat nasional dan daerah.
Diskusi ini juga menghadirkan pengalaman konsorsium lanskap SLPI yang diwakili oleh Proforest / SUSTAIN Kutim dalam menerapkan pendekatan kolaboratif serta testimoni petani kecil dari Kabupaten Aceh Singkil yang merasakan perubahan nyata dari pendampingan konsorsium lanskap SLPI seperti pelatihan budidaya sayur dan peningkatan kapasitas pemasaran produk industri rumahan.
"UNDP berperan sebagai penghubung antara kebijakan nasional dan implementasi di lapangan. Melalui SLPI, kami membantu memastikan bahwa perlindungan alam, kesejahteraan petani, dan daya saing Indonesia berjalan beiringan" kata Head of Nature, Climate, and Energy Unit UNDP Indonesia Aretha Aprilia dalam pembukaannya.
Melalui foto dan diskusi, pengunjung diajak melihat bagaimana kolaborasi lintas pemangku kepentingan yang dijembatani selama tiga tahun berjalannya SLPI dapat mewujudkan lanskap berkelanjutan yang mendukung kesejahteraan bersama.
"Acara ini menunjukkan hal-hal yang bisa dicapai masyarakat Indonesia dengan mekanisme kolaborasi yang tepat, mulai dari merintis sumber penghidupan alternatif, mengimplementasikan praktik pertanian yang baik, hingga memperkuat tata kelola lahan untuk melindungi lingkungan" jelas Staf Ahli Bidang Konektivitas dan Pengembangan Jasa, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI Dida Gardera.