Seorang pria berdiri di luar rumahnya yang sebagian terendam banjir setelah hujan deras di Kaduwela, pinggiran Kolombo, pada Jumat 28 November 2025. Banjir dan tanah longsor yang dipicu badai Siklon Ditwah melanda Sri Lanka. (Ishara S. KODIKARA/AFP)
Sedikitnya 56 orang tewas dan 23 lainnya hilang dalam banjir besar selama sepuluh hari dan tanah longsor di Sri Lanka. Tampak dalam foto, warga berjalan di jalan yang terendam banjir setelah hujan deras di Kaduwela, pinggiran Kolombo, pada Jumat 28 November 2025. (Ishara S. KODIKARA/AFP)
Departemen Meteorologi memperingatkan badai Siklon Ditwah dapat menguat saat bergerak melintasi pulau itu dalam 12 jam ke depan. Tampak dalam foto, para pengendara berjalan di jalanan yang terendam banjir di Biyagama, pinggiran Kolombo, pada Jumat 28 November 2025. (Ishara S. KODIKARA/AFP)
Lebih dari 43.991 orang di 17 distrik dievakuasi ke lokasi yang lebih aman. Tampak dalam foto, seorang pria mendorong becaknya saat mengarungi jalan yang tergenang banjir setelah hujan deras di Kaduwela, pinggiran Kolombo, pada Jumat 28 November 2025. (Ishara S. KODIKARA/AFP)
Pihak berwenang setempat telah mengeluarkan peringatan bahaya tanah longsor untuk delapan distrik berisiko tinggi dan mengimbau warga untuk waspada. Tampak dalam foto, warga berjalan di jalan yang terendam banjir setelah hujan deras di Kaduwela, pinggiran Kolombo, pada Jumat 28 November 2025. (Ishara S. KODIKARA/AFP)
Warga di distrik-distrik tersebut diimbau untuk tetap waspada, menghindari perjalanan yang tidak perlu, dan bersiap untuk evakuasi segera. Tampak dalam foto, seorang pria mengarungi banjir di luar rumahnya setelah hujan deras di Kaduwela, pinggiran Kolombo, pada Jumat 28 November 2025. (Ishara S. KODIKARA/AFP)
Sementara, Presiden Sri Lanka Anura Kumara Dissanayake telah memerintahkan pengerahan lebih dari 20.000 personel militer untuk melakukan operasi penyelamatan. Tampak dalam foto, seorang pria mengemasi barang-barangnya sambil berdiri di dalam rumahnya yang sebagian terendam banjir setelah hujan deras di Kaduwela, pinggiran Kolombo, pada Jumat 28 November 2025. (Ishara S. KODIKARA/AFP)
Sejumlah aktivitas warga di luar ruangan dihentikan sementara, termasuk sekolah dan layanan kereta api. Tampak dalam foto, orang-orang berjalan di jalan yang terendam banjir di Biyagama, pinggiran Kolombo, pada Jumat 28 November 2025. (Ishara S. KODIKARA/AFP)