Joan Laporta Jadi Alasan Barcelona Batal Rekrut Petr Cech

Joan Laporta disebut menjadi sosok penting di balik gagalnya kepindahan Petr Cech ke Barcelona pada awal 2000-an. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh agen Cech, Pavel Zika.

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 28 November 2025, 17:28 WIB
Petr Cech - Penjaga gawang legendaris Chelsea ini bertengger di posisi teratas sebagai raja clean sheets di Liga Inggris. Petr Cech mencatatkan penampilan luar biasa di bawah mistar gawang dengan 202 clean sheets. (AFP/Ian Kington)

Liputan6.com, Jakarta Joan Laporta memiliki peran besar dalam batalnya transfer Petr Cech ke Barcelona pada awal 2000-an. Informasi ini terungkap dari penuturan agen Cech, Pavel Zika.

Barcelona saat itu sedang mencari kiper masa depan untuk memperkuat skuad. Perekrutan pemain baru menjadi bagian dari strategi jangka panjang klub.

Kesepakatan sempat terjalin antara kubu calon presiden klub dan pihak Cech. Namun situasi berubah dengan cepat setelah pemilihan presiden.

Perubahan kepemimpinan membuat rencana perekrutan gagal terlaksana. Kejadian itu menjadi salah satu kisah menarik dalam sejarah transfer Barcelona.


Kesepakatan Awal Barcelona untuk Mendatangkan Petr Cech

4. Petr Cech - Penjaga gawang asal Republik Ceko ini merupakan salah satu kiper terbaik di Premier League. Sederet prestasi dan gelar juara pernah ia persembahkan bagi dua klub asal London yaitu Chelsea dan Arsenal. (AFP/Odd Andersen)

Pada 2003, Barcelona dikabarkan telah mencapai kata sepakat dengan kandidat presiden saat itu, Lluis Bassat, untuk mendatangkan Cech. Kesepakatan ini disebut telah memasuki tahap akhir sebelum terjadi perubahan besar di klub.

Zika mengungkap bahwa proses negosiasi berlangsung lancar hingga hasil pemilihan presiden mengubah rencana. Saat Joan Laporta menang, arah bursa transfer pun berubah dan kesepakatan otomatis batal.

“Saya bertemu dengan kandidat kuat presiden klub itu beberapa kali dan pada pertemuan ketiga kami sedang merampungkan detailnya,” ujar Pavel Zika via Sport.

“Kemudian, seorang pengacara Barcelona yang pendiam, Tuan Laporta, yang saat itu bukan favorit dan berada di posisi kedua atau ketiga dalam jajak pendapat, mengeluarkan kartu as beberapa hari sebelum pemilihan: ‘Saya akan membawa David Beckham’. Itu mengubah segalanya dan orang-orang memberikan suara kepada Tuan Laporta,” kata Zika.


Barcelona Pilih Ronaldinho dan Karier Cech Berbelok ke London

Petr Cech. Eks kiper Republik Ceska berusia 40 tahun yang telah pensiun pada Juli 2019 bersama Arsenal ini tercatat pernah membela Chelsea selama 11 musim mulai 2004/2005 hingga 2014/2015. Selama 10 musim ia selalu menjadi andalan The Blues di semua ajang. Hingga akhirnya Chelsea mendatangkan Thibaut Courtois yang akhirnya menggeser posisinya pada 2014/2015. Pada awal musim 2015/2016 Petr Cech hengkang ke Arsenal hingga memutuskan pensiun pada akhir musim 2018/2019. (AFP/Damien Meyer)

Setelah Laporta terpilih, Barcelona justru bergerak untuk merekrut Ronaldinho, bukan Beckham seperti yang dijanjikan. Keputusan ini berdampak pada peluang Cech untuk bergabung ke Camp Nou yang akhirnya benar-benar tertutup.

Zika menyebut bahwa meski gagal membawa Cech ke Barcelona, ia tidak menyimpan rasa kecewa terhadap perjalanan klub tersebut. Menurutnya, kehadiran Ronaldinho justru menjadi berkah bagi Barcelona pada periode itu.

“Selama berada di Barcelona, ia menjadi pemain terbaik di dunia, jadi pada akhirnya semuanya berjalan baik. Namun dengan begitu Cech batal bergabung dengan Barcelona, dan hingga hari ini itu tetap menjadi keinginan saya yang belum terwujud,” kata Zika.

“Kami meneteskan air mata untuk itu, saya bersama Petr dan istrinya Martina, tetapi kami terus melangkah. Akhir dari kisah itu adalah pada Januari 2004, setengah tahun sebelum Piala Eropa, kami merampungkan transfer Cech ke Chelsea,” ujar Zika.


Barcelona Kini Punya Kiper Masa Depan

Kiper Barcelona asal Spanyol #01, Joan Garcia, bertepuk tangan sebelum pertandingan Joan Gamper Trophy ke-60 antara FC Barcelona dan Como 1907 di Stadion Johan Cruyff, Barcelona, pada 10 Agustus 2025. (Josep LAGO/AFP)

Dua dekade berselang dari kegagalan merekrut Cech, Barcelona kini memiliki penjaga gawang muda yang digadang-gadang menjadi salah satu yang terbaik. Joan Garcia menunjukkan awal karier yang menjanjikan setelah bergabung dari Espanyol.

Garcia sempat absen karena cedera, tetapi performanya setelah kembali ke lapangan mendapat apresiasi tinggi. Barcelona percaya Garcia memiliki potensi besar untuk menjadi pilar utama di bawah mistar gawang mereka.

Meskipun cerita lama mengenai Petr Cech kembali mencuat, fokus Barcelona kini mengarah pada masa depan tim. Garcia dipandang sebagai investasi jangka panjang yang dapat berkembang menjadi penjaga gawang kelas dunia.

Sumber: Football Espana


Persaingan Sengit di Liga Spanyol

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya