Family Office Diam-diam Borong Saham yang Lagi Anjlok Ini

Di tengah lonjakan saham teknologi, Family Office memilih strategi berlawanan dengan memburu saham konsumen dan asuransi yang sedang terpuruk.

oleh Haniah NabilahDiterbitkan 30 November 2025, 16:30 WIB
Sejumlah family office atau kantor pengelola keuangan miliarder justru memborong saham-saham yangt tengah terpuruk di tengah uforia saham sektor kecerdasan buatan. (Foto by AI)

Liputan6.com, Jakarta - Di tengah pasar saham global yang menembus rekor tertinggi pada kuartal terakhir, para pengelola kantor keluarga miliarder atau family office justru menempuh strategi berbeda.

Mereka agresif memborong saham-saham yang sedang tertekan, sembari melakukan aksi ambil untung pada sejumlah saham teknologi yang sebelumnya melonjak tajam karena sentimen kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Dikutip dari CNBC, Minggu (30/11/2025), berdasarkan analisis pengajuan sekuritas kuartal lll yang dikutip dari laporan CNBC, sejumlah perusahaan investasi milik orang-orang super kaya terlihat aktif melakukan rotasi portofolio.

Ketika indeks utama dunia menyentuh level tertinggi, mereka justru berburu saham di sektor konsumsi dan kesehatan yang performanya tertinggal.

Salah satu langkah paling mencolok dilakukan family office milik miliarder hedge fund David Tepper, yakni Appaloosa. Perusahaan ini melepas seluruh kepemilikannya di Oracle dalam tiga bulan yang berakhir 30 September. Padahal, sepanjang periode tersebut saham Oracle melesat hampir 29%.

Tak hanya itu, Appaloosa juga mengunci keuntungan di sejumlah saham raksasa teknologi yang tergabung dalam kelompok “Magnificent Seven”. Kepemilikan di Intel dilepas sepenuhnya, sementara porsi saham di Meta dipangkas sekitar 8%.

Borong Saham Konsumen yang Terpuruk

Di sisi lain, Appaloosa justru menggandakan taruhan pada saham-saham konsumen yang terpukul oleh kebijakan tarif dan pelemahan daya beli. Kepemilikan di Whirlpool ditingkatkan hingga 2.000% atau setara 5,5 juta lembar saham. Nilai investasinya mencapai 432 juta dolar AS dan langsung menempati posisi ketiga terbesar dalam portofolio Appaloosa.

Langkah ini terbilang berani karena saham Whirlpool telah anjlok hampir 31% sepanjang paruh kedua tahun ini. Selain itu, perusahaan Tepper juga menambah kepemilikan di Goodyear Tire & Rubber yang turun sekitar 13% sejak awal tahun.

Diikuti Kantor Keluarga Miliarder Lainnya

Pedagang bekerja di New York Stock Exchange saat Ketua Federal Reserve Jerome Powell berbicara setelah mengumumkan kenaikan suku bunga di New York, Amerika Serikat, 2 November 2022. (AP Photo/Seth Wenig)

Strategi serupa juga ditempuh family office aktivis investor Carl Icahn. Perusahaannya meningkatkan kepemilikan saham di International Flavors & Fragrances (IFF) sebesar 27% menjadi sekitar 292 juta dolar AS.

IFF memproduksi berbagai bahan baku untuk produk konsumen, mulai dari makanan ringan hingga deodoran. Meski sahamnya telah turun 23% sepanjang tahun ini, Icahn justru melihat peluang pemulihan. Ia mulai membangun kepemilikannya sejak 2022, dan putranya, Brett Icahn, kini duduk sebagai anggota dewan direksi perusahaan tersebut.

Beralih ke Saham Kesehatan

Sementara itu, family office milik Leon Cooperman, Omega Advisors, mengalihkan fokus ke sektor asuransi kesehatan. Kepemilikan saham di Cigna ditingkatkan 53% menjadi 325 ribu lembar saham.

Omega juga memperbesar posisi di Elevance Health sebesar 21%. Saham Elevance kini menjadi kepemilikan terbesar kedelapan dengan nilai sekitar USD 110,2 juta  pada akhir kuartal. Baik Cigna maupun Elevance sama-sama tertekan sekitar 18% pada paruh kedua tahun ini akibat kenaikan biaya medis serta kekhawatiran pemangkasan anggaran kesehatan pemerintah.

 

AI Masih Dilirik

Director of Trading Floor Operations Fernando Munoz (kanan) saat bekerja dengan pialang Robert Oswald di New York Stock Exchange, AS, Rabu (11/3/2020). Bursa saham Wall Street jatuh ke zona bearish setelah indeks Dow Jones turun 20,3% dari level tertingginya bulan lalu. (AP Photo/Richard Drew)

Meski banyak melakukan rotasi ke saham-saham yang terpuruk, sebagian kantor keluarga tetap membeli reli sektor teknologi berbasis AI. Soros Fund Management meningkatkan kepemilikannya di Apple hingga 2.000% dan di Amazon sebesar 481%. Saham Amazon bahkan menjadi aset terbesar dalam portofolio Soros dengan nilai hampir USD 489 juta 

Langkah agresif juga diambil Kantor Keluarga Duquesne milik Stanley Druckenmiller yang kembali membuka posisi di Amazon senilai USD 96 juta dan di Meta sebesar USD 56 juta, setelah sempat keluar pada kuartal sebelumnya.

Bahkan Appaloosa yang sebelumnya memangkas sebagian kepemilikan saham teknologi, justru menambah porsi saham di Nvidia sebesar 9%.

Strategi Para Miliarder

Langkah para miliarder ini menunjukkan strategi yang berbeda dengan mayoritas pelaku pasar. Ketika investor ritel ramai memburu saham yang tengah naik, kantor-kantor keluarga justru memanfaatkan pelemahan di sektor lain untuk mengakumulasi saham dengan valuasi yang lebih menarik.

Analis menilai, strategi ini mencerminkan keyakinan reli saham berbasis teknologi tidak akan berlangsung selamanya. Sementara saham-saham konsumen dan kesehatan dinilai memiliki potensi bangkit seiring perbaikan ekonomi dan stabilisasi kebijakan pemerintah.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya