Bencana Sumatera: PLN Jaga Nyala Listrik di RS-Musala Pasca Tower Rusak Terdampak Banjir Aceh

Sebanyak 12 tower listrik yang rusak akibat bencana Sumatera yang terjadi di Aceh.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 28 November 2025, 11:15 WIB
Banjir Aceh sebabkan sinyal HP mati

Liputan6.com, Jakarta PT PLN (Persero) memastikan sejumlah fasilitas penting tetap mendapat pasokan listrik pascabencana di wilayah Provinsi Aceh. Menyusul ada 12 tower yang rusak akibat bencana Sumatera yang terjadi di Aceh.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh, Eddi Saputra, menyampaikan dukungan ini merupakan bentuk respons cepat PLN dalam memenuhi kebutuhan penerangan dan memastikan layanan vital tetap beroperasi.

“Fasilitas publik seperti puskesmas, rumah sakit, hingga rumah ibadah menjadi pusat aktivitas masyarakat saat terjadi kondisi darurat. Karena itu, kami memastikan fasilitas tersebut tetap memiliki pasokan penerangan dan cadangan daya yang memadai,” ujar Eddi dalam keterangan yang diterima Liputan6.com, dikutip Jumat (27/11/2025).

Distribusi lampu darurat dan penempatan genset dilakukan melalui koordinasi dengan perangkat desa, pemerintah daerah, dan pengelola fasilitas layanan publik untuk menentukan titik prioritas. Bantuan diprioritaskan bagi lokasi yang mengalami ketiadaan listrik dan memiliki aktivitas masyarakat yang tinggi, terutama pada malam hari.

PLN Aceh menegaskan proses pemulihan sistem kelistrikan di wilayah terdampak terus dipercepat hingga seluruh jaringan kembali normal. PLN juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga keselamatan kelistrikan selama banjir serta melaporkan potensi bahaya agar petugas dapat merespons dengan cepat.

Pengurus Masjid Al Fitrah Kuta Alam, Abdullah menyampaikan apresiasi atas respons cepat dari PLN dalam memberikan bantuan lampu darurat sehingga ibadah dapat tetap dilakukan di tengah kondisi cuaca ekstrem yang melanca Aceh. "Terima kasih bantuan bapak dan ibu dari PLN, kita terbantu dan semoga bantuan lampu penerangan ini memudahkan jamaah dalam ibadah" ujarnya.

 

 

Kirim Material Tower Pakai Pesawat TNI

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini hujan lebat untuk Banda Aceh dan sekitarnya, yang mengindikasikan risiko bencana hidrometeorologi masih tinggi. Tampak foto udara menunjukkan pemandangan umum rumah-rumah penduduk di bawah awan setelah hujan lebat di Darul Imarah, pinggiran Banda Aceh, pada Kamis 27 November 2025. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)

PT PLN (Persero) telah mengirim sejumlah tower listrik darurat untuk pemulihan kelistrikan di Aceh. Pengiriman tower darurat ini dilakukan menggunakan pesawat milik TNI Angkatan Udara.

PLN menggandeng TNI AU mengirimkan material tower darurat dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Pesawat Hercules pertama berhasil mendarat di Lanud Iskandar Muda, Aceh sekitar pukul 11.45 WIB dan segera melakukan bongkar muatan untuk membangun tower darurat di titik-titik lokasi terdampak.

“Siang ini, satu kloter material tower darurat telah mendarat dengan selamat di Aceh dan akan segera dibawa menuju titik kerusakan menggunakan helikopter untuk mempercepat proses pembangunan tower darurat,” kata General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh, Eddi Saputra, dalam keterangan resmi, Kamis (27/11/2025).

 

12 Tower PLN Rusak

PT PLN (Persero) mencatat ada lima tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV di Aceh yang terdampak banjir bandang

Sebelumnya, hasil penelusuran lokasi jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) yang terdampak, PLN menemukan kerusakan tower yang lebih banyak. Jika sebelumnya terindikasi 5 tower transmisi roboh, kini ditemukan adanya kerusakan hingga 12 tower di beberapa jalur transmisi SUTT 150KV, yaitu jalur Bireun-Arun, jalur Brandan-Langsa dan jalur Peusangan-Bireun.

Lebih lanjut, Eddi menjelaskan mobilisasi cepat dan akurat menjadi langkah krusial dalam upaya pemulihan kembali jaringan transmisi utama yang terdampak.

“Awalnya kami mendata lima tower roboh, namun akibat cuaca ekstrem yang terus berlanjut, jumlahnya bertambah menjadi total dua belas tower yang mengalami kerusakan. Kondisi ini membuat kami harus meningkatkan volume material dan percepatan distribusi ke lokasi,” ujar Eddi.

Kolaborasi

PLN mengapresiasi dukungan dari TNI Angkatan Udara dan terus berkoordinasi untuk mengirim material pendukung yang dibutuhkan dengan lebih cepat.

“Kolaborasi dengan TNI AU melalui pengiriman material menggunakan pesawat Hercules sangat membantu, terutama untuk menjangkau lokasi-lokasi yang tidak dapat ditembus lewat darat. Begitu material tiba, tim langsung bergerak mengirimkannya ke titik-titik prioritas untuk pembangunan tower darurat,” jelasnya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya