Imbas Banjir, Pemkot Padang Liburkan Pelajar SD dan SMP

Pemkot Padang, Sumatera Barat (Sumbar) meliburkan aktivitas belajar mengajar di tingkat SD dan SMP menyusul bencana hidrometeorologi yang melanda daerah itu sejak beberapa hari terakhir.

oleh Devira PrastiwiDiterbitkan 27 November 2025, 10:40 WIB
Sejumah warga dengan berpayung menyaksikan aliran banjir luapan Sungai Lubuk Minturun di Koto Tengah Kota Padang, Kamis (27/11/2025). (Antara)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kota (Pemkot) Padang, Sumatera Barat (Sumbar) meliburkan aktivitas belajar mengajar di tingkat SD dan SMP menyusul bencana hidrometeorologi yang melanda daerah itu sejak beberapa hari terakhir.

"Betul, dan surat edarannya sedang kami siapkan," ujar Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Padang Yopi Krislova, melansir Antara, Kamis (27/11/2025).

Senada, Wali Kota Padang Fadly Amran juga memerintahkan agar kantor lurah dan camat difungsikan sebagai tempat evakuasi sementara bagi warga yang terdampak banjir. Sementara, kata dia, para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tidak terdampak bencana diminta tetap bekerja.

"Kami sudah minta agar ASN yang tidak terdampak bencana tetap bertugas. Buka kantornya untuk tempat evakuasi sementara warga yang membutuhkan," ujar Fadly Amran disela-sela peninjauan korban banjir di Lubuk Minturun.

Mengingat kondisi bencana hidrometeorologi yang belum mereda, Fadly meminta personel yang memiliki pengalaman rescue di lapangan untuk membantu penanganan dampak bencana.

"Untuk mengatasi keterbatasan personel rescue, saya sudah minta agar personel yang memiliki pengalaman bertugas di kebencanaan kembali bergabung ke dalam satuan tugas BPBD untuk mempercepat proses evakuasi," jelas Fadly.

Terpisah, Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau Desindra Deddy Kurniawan mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem di provinsi itu yang diperkirakan masih dapat terjadi hingga 29 November 2025.

"Dengan melihat perkembangan dinamika atmosfer aktual, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem terutama hujan lebat hingga ekstrem yang dapat disertai angin kencang di sebagian besar wilayah Sumbar," kata Deddy.

 

Peringatan Cuaca Ekstrem

Hujan deras yang melanda Sumatera Barat satu minggu terakhir memicu banjir, banjir bandang, longsor, dan pohon tumbang di sejumlah wilayah Kota Padang. (Liputan6.com/ Novia Harlina)

Deddy mengatakan, peringatan cuaca ekstrem tersebut sehubungan dengan adanya bibit siklon tropis 95B yang teridentifikasi sejak 21 November 2025 di wilayah Selat Malaka sebelah timur perairan Aceh.

"Kondisi tersebut memicu pola pertemuan arus angin atau massa udara di Sumbar serta Indeks Ocean Dipole (IOD) bernilai negatif, sehingga meningkatkan suplai uap air dan kelembapan yang menyebabkan kondisi atmosfer labil," ucap dia.

"Termasuk pula pertumbuhan awan-awan hujan yang tebal dan luas dan menimbulkan hujan dengan intensitas tinggi dan durasi panjang di Sumbar dalam sepekan terakhir," jelas Deddy.

Sebelumnya, hjan ekstrem tak hanya membuat sejumlah wilayah di Sumatera Barat banjir. Bahkan jalur utama menghubungkan Kota Padang-Bukittinggi yang melewati Lembah Anai juga longsor pagi ini, Kamis (27/11/2025) hingga terpaksa ditutup sementara

Tumpukan material tanah dan batu menutup seluruh badan jalan di kawasan pendakian Singgalang Kariang serta area pemandian Mega Mendung di Kenagarian Singgalang, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar.

 

Jalur Padang-Bukittinggi Lumpuh Total Dampak Longsor di Lembah Anai, Kendaraan Mengular Panjang

Banjir Kembali Kepung Kota Padang Meski Sempat Surut

Satlantas Kepolisian Padang Panjang melaporkan bahwa kondisi tersebut membuat lalu lintas benar-benar terhenti.

"Longsor terjadi di beberapa titik sehingga tidak bisa dilewati kendaraan roda empat maupun roda dua. Jalur Padang – Bukittinggi kami tutup total sampai ada perkembangan," ujar Aiptu Indra S. dalam laporannya di lapangan, Kamis (27/11/2025).

Penutupan akses ini menyebabkan antrean panjang kendaraan dari arah Padang hingga Silaing Bawah. Dilihat dari aplikasi maps, jarak Padang dan Silaing Bawah jika ditempuh dengan sepeda motor lebih kurang 78,5 km.

Hingga berita diterbitkan, petugas gabungan masih berupaya mengevakuasi material longsor di kedua titik. Belum ada keterangan resmi mengenai waktu dibukanya kembali jalur tersebut.

Masyarakat dan pengguna jalan diminta menunda perjalanan dan menghindari area Lembah Anai sampai kondisi dinyatakan aman oleh pihak berwenang.

Banjir dan longsor terjadi di Jawa Tengah bagian selatan (liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya