Liputan6.com, Jakarta Batuk pilek adalah masalah kesehatan yang kerap terjadi pada anak. Dalam satu tahun anak bisa sakit batuk pilek sekitar 4-5 kali.
Batuk pilek yang terjadi pada anak bisa saja karena influenza, penyakit akibat virus yang menyerang hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Penyakit ini sangat mudah menular melalui percikan droplet saat seseorang batuk, bersin, atau berbicara.
Advertisement
Selain batuk pilek, flu atau influenza disertai dengan demam biasanya di atas 38 derajat Celsius, sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot dan lemas/tak bertenaga.
Dokter spesialis anak Nadine Shakina Tabit mengingatkan agar orangtua tidak menganggap enteng kala anak batuk pilek. Ia meminta agar orangtua tetap mengawasi kondisi anak.
"Jangan panik tapi cuek juga jangan sampai segitunya. Tetap diawasi," pesan Nadine saat temu media bersama Eka Hospital pada Selasa, 25 November 2025.
Dokter yang praktik di Eka Hospital Depok itu mengungkapkan bahwa saat anak sakit batuk pilek bisa diobservasi terlebih dulu di rumah. Selama observasi kondisikan anak agar bisa beristirahat dengan baik, bila demam diberikan parasetamol atau ibuprofen, cuci hidung pagi dan sore, beri makan bergizi dan minum yang cukup juga vitamin.
Bila dalam tiga hari ada perbaikan lalu kondisi anak benar-benar membaik tidak perlu dibawa ke dokter.
"Memang di awal-awal batuk pilek itu biasanya yang heboh dulu ya tapi kemudian ada anak yang kondisinya membaik," kata Nadine.
Namun, bila dalam tiga hari kondisi anak begitu-begitu saja, Nadine menyarankan untuk memeriksakan buah hati ke dokter.
Segera ke Dokter Bila Batuk Pilek Disertai dengan Kondisi Berikut
Bila anak mengalami batuk pilek disertai dengan tanda kegawatan maka segera bawa ke layanan fasilitas kesehatan atau dokter.
Sesak Napas atau Napas Cepat
Salah satu tanda anak butuh segera diperiksakan ke dokter ketika disertai dengan sesak napas.
"Kalau dari gejala, anak napasnya menggah menggeh seperti sesak itu itu segera bawa ke dokter," katanya.
Demam Tinggi Lebih dari 3 Hari
Lalu, bila anak terus-terusan demam tinggi lalu pada bayi sering pegang area kuping, Nadine menyarankan untuk membawa anak ke dokter.
Anak Tidak Mau Makan/Minum
Bila anak tidak mau makan dan minum, segera ajak buah hati ke dokter untuk memeriksakan kondisinya.
Anak Tampak Sangat Lemas atau Mengantuk
Segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mengetahui kondisi anak.
Kejang Demam
Ini adalah salah satu tanda bahaya. Kejang dapat muncul akibat beberapa faktor, termasuk demam tinggi, dehidrasi, maupun infeksi yang berkembang cepat.
“Kalau ada simptom kejang udah jangan ditunda lagi, karena kita memang tidak pernah tahu kapan dia nanti akhirnya berakibat ke motorik ke depannya,” kata Nadine.
Flu Bisa Berkembang Jadi Komplikasi
Nadine mengungkapkan pada sebagian anak, flu bisa berkembang menjadi komplikasi, seperti:
- Pneumonia
- Infeksi telinga (otitis media)
- Sinusitis
- Dehidrasi
- Perburukan asma.
Nadine mengungkapkan pada umumnya, infeksi influenza yang berkembang menjadi komplikasi berat membutuhkan waktu lebih dari lima hari.
Namun, ia menegaskan pada kasus tertentu kondisi memburuk lebih cepat. Maka dari itu, bila melihat gejala kedaruratan sesak napas atau napas cepat, sesak, atau anak tampak sangat lemah segera bawa ke pusat layanan kesehatan.