Bodo/Glimt vs Juventus: Akhirnya Ada Senyum Bahagia di Wajah Pemain Bianconeri

Luciano Spalletti lega melihat senyum pemain Juventus usai menang 3-2 atas Bodo/Glimt di Liga Champions. Sang pelatih ungkap tekanan berat yang selama ini menghantui skuadnya.

oleh Afdholud DzikryDiterbitkan 26 November 2025, 07:49 WIB
Andrea Cambiaso dan Lois Openda merayakan gol pertama Juventus dalam laga fase pembuka Liga Champions melawan Bodo/Glimt di Bodo, Norwegia, Rabu (26/11/2025) dini hari WIB. (Stian Lysberg Solum/NTB Scanpix via AP)

Liputan6.com, Jakarta Juventus akhirnya meraih kemenangan perdana yang krusial di Liga Champions usai menundukkan Bodo/Glimt secara dramatis. Luciano Spalletti melihat perubahan besar pada bahasa tubuh dan mentalitas anak asuhnya pasca laga tandang tersebut.

Tekanan berat sempat menghantui skuad Si Nyonya Tua sebelum peluit akhir berbunyi di Norwegia. Kemenangan tipis 3-2 ini seolah melepas beban psikologis raksasa yang selama ini mereka pikul di kancah Eropa.

Sempat tertinggal satu gol di babak pertama, Bianconeri bangkit lewat aksi heroik para pemain pengganti yang mengubah dinamika permainan. Wajah-wajah tegang di ruang ganti kini berganti menjadi senyuman lega yang dirindukan sang pelatih.

Spalletti mengakui secara terbuka bahwa timnya sangat membutuhkan hasil positif ini untuk keluar dari periode sulit. Tiga poin ini menjadi bukti sahih bahwa karakter kuat para pemain masih ada di tengah badai kritik.


Lepasnya Beban Psikologis di Ruang Ganti Juventus

Luciano Spalletti, pelatih Juventus, berbicara dalam konferensi pers setelah pertandingan fase awal Liga Champions menghadapi Bodo/Glimt di Bodo, Norwegia, Rabu, 26 November 2025. (Mats Torbergsen/NTB Scanpix via AP)

Suasana ruang ganti Juventus terasa jauh berbeda setelah mereka memastikan kemenangan sulit di markas lawan. Spalletti menangkap ekspresi kelegaan yang luar biasa dari para pemainnya yang selama ini bermain di bawah tekanan kritik tajam.

Spalletti menegaskan bahwa skuadnya bukanlah kumpulan pemain yang tidak peduli dengan hasil buruk. Kemenangan ini didedikasikan untuk membangkitkan kepercayaan diri mereka sendiri serta para suporter setia yang hadir jauh-jauh ke Norwegia.

"Saya senang malam ini karena di ruang ganti saya melihat wajah-wajah bahagia, atau setidaknya lebih santai," kata Luciano Spalletti kepada Sky Sport Italia.

"Pemain juga manusia dan mereka menderita ketika segala sesuatunya tidak berjalan baik. Tidak seperti anggapan orang-orang yang menyebut mereka masa bodoh," lanjut Spalletti.


Tantangan Lapangan Sintetis

Pemain Juventus, Jonathan David, berhasil menjebol gawang BodoGlimt untuk gol ketiga timnya pada pertandingan Liga Champions di Bodo, Norwegia, Selasa, 25 November 2025. (Stian Lysberg Solum/NTB Scanpix via AP)

Tantangan di Norwegia bukan hanya soal lawan yang agresif, melainkan juga lapangan sintetis yang kerap memakan korban tim-tim besar. Bodo/Glimt dikenal mampu bermain dengan kecepatan berpikir dan operan kilat yang memanfaatkan kondisi medan tempur mereka sendiri.

Sejarah mencatat banyak tim elit Eropa yang hancur lebur di stadion ini, termasuk kekalahan telak AS Roma beberapa tahun lalu. Namun, Juventus berhasil selamat dan membawa pulang poin penuh meski sempat kewalahan menghadapi adaptasi iklim serta kecepatan tuan rumah.

Lanjut Baca:

"Tim memainkan permainan terbuka dan menyerang yang terkadang menyulitkan karena Bodo/Glimt bermain dengan operan dan kecepatan berpikir yang sangat mengesankan di lapangan ini, yang sempat mengintimidasi kami jika melihat laga kandang mereka sebelumnya," ujar Spalletti. "Semua orang kesulitan di sini, mereka semua bilang kepada kami bahwa tuan rumah seperti bermain dua kali lebih cepat dan bisa bernapas lebih mudah di iklim ini, sehingga ada begitu banyak kesulitan," tambah eks pelatih Napoli tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya