Wamen ESDM: 60% Kebutuhan Pertalite Masih Didapat dari Impor

Kementerian ESDM berupaya meningkatkan produksi bahan bakar minyak (BBM) melalui RDMP di Kilang Balikpapan.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 25 November 2025, 18:15 WIB
Petugas mengisi BBM kendaraan konsumen di SPBU, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Kementerian ESDM), Yuliot Tanjung menyebut kebutuhan BBM Pertalite mayoritas masih dipasok dari impor. Sederet perbaikan dilakukan Kementerian ESDM untuk bisa mengalihkannya ke produksi lokal.

Dia menuturkan, kebutuhan Pertalite per tahun mencapai sekitar 39 juta kiloliter (KL). Sedangkan, mayoritas kebutuhan itu didapat dari impor.

"Jadi, kalau kita refleksikan, untuk kebutuhan kita dalam satu tahun untuk Pertalite, itu sekitar 39 juta kiloliter. Jadi, 39 juta kiloliter yang kita masih impor sekitar 60% untuk Pertalite," kata Yuliot, ditemui di Hotel Sheraton, Jakarta, Selasa (25/11/2025).

Dia menjelaskan, pemerintah dan PT Pertamina (Persero) turut berupaya untuk meningkatkan produksi dalam negeri. Termasuk optimalisasi melalui pengembangan Refinery Development Master Plan (RDMP) di kilang Balikpapan.

"Jadi, kita juga dengan upaya kita peningkatan produksi dalam negeri, ini ada RDMP yang akan selesai. Dan juga ini ada efisiensi-efisiensi yang dilakukan di beberapa kilang dalam negeri," ujarnya.

"Jadi, ini untuk pasokan kebutuhan dalam negeri ini secara bertahap, ini kita akan usahakan disediakan dari kilang di dalam negeri," Yuliot menambahkan.

Pastikan Stok BBM Cukup Buat Libur Nataru

Sebelumnya, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) cukup menghadapi libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Stok BBM akan ditambah menjadi lebih tinggi dari cadangan normal.

Yuliot menjelaskan, stok BBM akan ditambah agar memiliki kemampuan pasok 27 hari. Ini menjadi lebih tinggi dari batas normal dengan cadangan 23 hari.

"Jadi, dari standar yang ada, itu kan juga sudah sampaikan oleh Pak Menteri, itu justru kita akan meningkatkan dari standar 23 hari itu menjadi 27 hari. Jadi, untuk mengamankan stok Nataru, karena Nataru itu kan juga akan menyambung dengan hari keagamaan lain," ungkap Yuliot, ditemui di Hotel Sheraton, Jakarta, Selasa, 25 November 2025.

Stok Menjelang Lebaran

Sejumlah kendaraan mengantri di SPBU kawasan Kuningan, Jakarta, Sabtu (3/9/2022). Pemerintah akhirnya menaikan harga BBM bersubsidi, Adapun harga BBM yang mengalami kenaikan yaitu Pertalite menjadi Rp 10.000 per liter, harga solar menjadi Rp 6.800 per liter dan Pertamax menjadi Rp 14.500 per liter. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Dia mengatakan, persiapan tidak sebatas untuk libur akhir tahun. Tapi turut mencakup hitungan untuk periode Tahun Baru Imlek, Ramadan, hingga Lebaran 2026.

"Ini ada imlek, ada juga ada puasa dan juga mereka menyambung lebaran. Jadi, kita juga harus memastikan bahwa stok BBM di dalam negeri tersedia cukup untuk kebutuhan masyarakat dan industri," tegas dia.

Terpisah, Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia mengatakan, stok BBM dipastikan aman untuk periode awal tahun 2026 mendatang. Apalagi, lebaran Idulfitri jatuh pada Maret 2026. Menurutnya, Pertamina sudah menyiapkan pasokan mengantisipasi lonjakan konsumsi dari masyarakat.

"Jadi mereka mempersiapkan antisipasi sampai selesai Lebaran tahun depan untuk persiapan pengamanan BBM-nya. Jadi dijamin insyaallah aman sampai selesai lebaran,"  ucap Anggia, di Kantor Kementerian ESDM.

 

Konsumsi Meningkat

Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Laode Sulaeman ketika membuka acara Sosialisasi Transformasi Subsidi LPG 3 Kg Tepat Sasaran Tahap III di Jakarta, Senin (8/5/2023).

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kementerian ESDM) memastikan stok BBM Pertalite cukup menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Mengingat prediksi adanya peningkatan konsumsi oleh masyarakat. 

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM, Laode Sulaeman menilai akan ada peningkatan konsumsi BBM pada masa Nataru mendatang. Termasuk pembelian BBM subsidi seperti Pertalite.

"Ada yang meningkat. Karena jelas menghadapi Nataru ya. Natal itu nanti untuk kebutuhan-kebutuhan masyarakat," kata Laode, ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (7/11/2025).

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya