Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Purwakarta, Jawa Barat menunjukkan komitmen kuat terhadap pembangunan ekonomi hijau dan berkelanjutan melalui langkah-langkah strategis dalam menyambut investasi yang tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Purwakarta, Ryan Oktavia menekankan, penghargaan yang diterima daerah ini mencerminkan keseriusan Pemkab dalam menerapkan prinsip pembangunan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, dilansir dari Antara.
Advertisement
"Pengakuan tersebut merupakan hasil perencanaan matang, pengawasan ketat terhadap proyek-proyek investasi, sehingga setiap investasi yang masuk tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi tetapi juga selaras dengan prinsip pembangunan hijau, menjaga kelestarian lingkungan, dan memaksimalkan manfaat bagi masyarakat Purwakarta," ujar Ryan, melansir Antara, Rabu (26/11/2025).
Komitmen nyata pemerintah Kabupaten Purwakarta ini membuahkan hasil melalui penghargaan yang diterima dalam Pertemuan Puncak Investasi Jawa Barat ke-7 tahun 2025, yang bertajuk 'Sawala Juragan' atau Pertemuan Investor, yang digelar di Bandung.
Penghargaan tersebut menjadi bukti nyata dan konkret bahwa Purwakarta tidak hanya mampu menarik investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Tetapi juga berhasil menjalankan yang berkelanjutan dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan, pengelolaan sumber daya secara efisien, serta menciptakan manfaat jangka panjang bagi masyarakat lokal, termasuk pemberdayaan ekonomi berbasis sumber daya daerah.
Strategi Ekonomi Hijau dan Model Sirkular yang Inovatif
Dalam mengimplementasikan ekonomi hijau, Purwakarta menekankan prinsip ekonomi sirkular, memaksimalkan pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai tinggi.
Salah satu proyek unggulan Purwakarta mempresentasikan dalam bentuk Proposal Project Ready to Offer (IPRO) yang berhasil masuk dalam 10 besar West Java Investment Roadshow (WJIR) 2025 yang digelar di Jakarta pada Selasa, 23 September 2025 dengan nilai investasi lebih dari Rp 54 miliar.
Proyek ini mengolah seluruh bagian buah manggis, mulai dari daging, kulit, hingga biji, menjadi produk ekstrak kesehatan, minuman herbal, kosmetik, dan bahkan untuk keperluan ekspor.
Inisiatif ini menunjukkan bagaimana inovasi lokal dapat diterapkan untuk menciptakan nilai tambah dari sumber daya yang ada, sekaligus mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Selain dari segi ekonomi, proyek ini juga memberikan dampak sosial dan lingkungan yang signifikan. Pemberdayaan masyarakat lokal melalui pelatihan pengolahan produk dan distribusi, serta penggunaan teknologi ramah lingkungan, menjadi bagian integral dari strategi Purwakarta.
Purwakarta: Menyatukan Pertumbuhan Ekonomi dan Kelestarian Lingkungan
Keberhasilan meraih penghargaan investasi terbaik tidak hanya menjadi prestasi administratif, tetapi juga simbol transformasi Purwakarta menuju ekonomi hijau yang lebih matang dan terintegrasi.
Pencapaian ini diharapkan menjadi sumber inspirasi bagi kabupaten atau kota lain di Jawa Barat maupun di seluruh Indonesia.
Keberhasilan Purwakarta dalam menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi melalui investasi sambil menjaga kelestarian lingkungan diharapkan mendorong daerah lain menerapkan praktik serupa, termasuk penggunaan sumber daya secara efisien, pengelolaan limbah yang baik, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Purwakarta mampu menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan tanggung jawab lingkungan. Investasi yang diterima tidak hanya meningkatkan aktivitas ekonomi, tetapi juga mendorong adopsi teknologi hijau, pengembangan ekosistem bisnis berkelanjutan, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Pembangunan ekonomi yang modern tidak bisa dilepaskan dari prinsip keberlanjutan, serta mampu menjadi model bagi daerah lain yang ingin menerapkan konsep serupa.