Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengajak generasi muda Sulawesi Selatan untuk memperkuat idealisme, kreativitas, dan kapasitas diri dalam menghadapi tantangan masa depan. Menurutnya, anak muda memiliki peran strategis dalam membentuk arah bangsa ke depan.
Hal itu disampaikan Hasto saat menghadiri Ngopi Kebangsaan bersama pemuda Sulsel di salah satu kafe di Makassar, Senin (24/11/2025). Dialog tersebut menghadirkan mahasiswa, aktivis, hingga praktisi hukum, dan digagas Ketua Taruna Merah Putih Sulsel, Erika Tansil. Sejumlah politisi muda PDIP, termasuk Mohamad Guntur Romli, turut hadir dalam forum tersebut.
Advertisement
Dialog berlangsung sekitar dua jam dan diwarnai berbagai pertanyaan kritis peserta. Hasto mengaku antusias mendengarkan pandangan serta kegelisahan para peserta terkait kondisi bangsa.
Ia menegaskan bahwa sejarah bangsa Indonesia menunjukkan perubahan besar justru digerakkan oleh kaum muda. Ia mencontohkan Bung Hatta dan Bung Karno yang pada usia muda mampu melahirkan gagasan fundamental bagi bangsa meski dengan keterbatasan sarana belajar.
“Bung Hatta belajar di surau dengan keterbatasan buku tapi bisa berpikir visioner. Bung Karno belajar ketika teman-temannya bermain bola mencari jawaban atas nasib bangsa,” ujar Hasto.
Ia menyebut kondisi saat ini jauh lebih mudah karena akses pengetahuan terbuka luas melalui teknologi digital.
“Sekarang ada university of internet. Anak muda bebas memilih idenya dan imajinasinya terhadap masa depan. Dengan ide, Anda punya arah masa depan. Jadi perkuat ide Anda,” tegasnya.
Hasto juga menyinggung pengalamannya saat menjadi mahasiswa, ketika ruang ekspresi terbatas dan akses bacaan dibatasi. Karena itu, ia meminta generasi muda memanfaatkan kebebasan informasi dengan kritis dan bertanggung jawab.
“Berbahagialah karena saat ini Anda bebas mendapatkan informasi dari mana pun,” katanya.
Anak Muda Harus Punya Prinsip, Integritas, dan Ideologi
Dalam sesi tanya jawab, Hasto memberikan pesan agar anak muda tidak mudah dikooptasi dan tetap teguh dalam prinsip, integritas, dan ideologi.
“Kuasa ilmu pengetahuan bidang apa pun. Kalau bisa, jadilah seseorang dengan spesialisasi agar punya diferensiasi. Latih diri dengan memberi target. Kalau tidak tercapai, rasakan malu supaya termotivasi,” tuturnya.
Ia menegaskan pentingnya membaca, berdiskusi, dan memahami realitas sosial sebagai latihan kepemimpinan.
Menurut Hasto, PDIP memberi ruang luas bagi anak muda untuk terlibat dalam politik dan berdialog mengenai persoalan nasional.
Menutup sesi, Hasto membagikan pengalamannya melanjutkan pendidikan hingga meraih gelar doktor di Universitas Pertahanan dan Universitas Indonesia, meski menjalani kesibukan sebagai Sekjen.
“Rumuskan ide Anda dan total menjalani proses mencapainya. Jangan takut mengejar mimpi,” ujar Hasto.