Liputan6.com, Jakarta - Hari yang dinanti-nantikan oleh Mirsa dan Reza akhirnya tiba. Mirsa tampak menawan dalam balutan kebaya berwarna pink yang serasi dengan riasannya. Dengan penuh haru, ia menggenggam tangan ibunya, mengucapkan terima kasih atas doa dan dukungan yang telah membawanya ke momen berharga ini.
Sementara itu, Pramana dan Karina sedang dalam perjalanan menuju acara pernikahan tersebut. Pramana meminta sopirnya untuk mencari rute tercepat agar mereka tidak terlambat, mengingat ini adalah hari spesial bagi Mirsa.
Advertisement
Namun, Karina merasa kesal, membayangkan kasih sayang ayahnya harus terbagi dengan Mirsa, yang baginya adalah sosok yang tidak seharusnya menjadi bagian dari keluarganya.
Ketika prosesi akad nikah hampir dimulai, suasana sempat memanas. Ranti tiba-tiba menerobos masuk, berniat memamerkan sebuah foto di hadapan para tamu sebelum acara berlangsung. Beruntung, beberapa petugas keamanan bertindak cepat untuk mencegahnya.
Sarah Sulit Relakan Reza
Dengan persiapan yang hampir selesai, Mirsa tampak cemas. Reza, yang menyadari kekhawatiran Mirsa, menggenggam tangannya dan bertanya apakah ia takut ayahnya tidak akan hadir.
Di sudut lain, Sarah menatap Reza dengan perasaan campur aduk. Dalam hatinya, ia bergulat dengan perasaan apakah ia bisa merelakan Reza menikah dengan anak dari orang yang dianggapnya bertanggung jawab atas kematian ayahnya.