Liputan6.com, Jakarta - Manajemen PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengumumkan rencana pergantian kepemimpinan pada Senin, (24/11/2025). Hans Patuwo telah dinominasikan menjadi Chief Executive Officer (CEO) GOTO atau CEO GOTO menggantikan Patrick Walujo. Patrick Walujo mengundurkan diri dari jabatannya setelah menjabat sebagai direktur utama sejak Juni 2023.
Berikut profil Hans Patuwo:
Advertisement
Mengutip laman GoTo, Hans Patuwo diangkat menjadi direktur GOTO sejak 2021. Ia saat ini menjabat sebagai Presiden On Demand Services dan Chief Operating Officer GoTo.
Pria kelahiran 1976 ini sebelumnya menjabat sebagai Presiden Financial Technology pada 2023 setelah menjadi Head of Payments and Financial Services pada 2021-2022. Saat ini kapasitasnya, Hans bertanggung jawab mengawasi operasional bisnis perseroan secara keseluruhan.
Ia juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Gofin Karya Anak Bangsa (GKAB) dan PT Midtrans. Sebelumnya, Hans menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Gojek pada 2018 hingga 2021. Ia bertanggung jawab atas kegiatan operasional Gojek, termasuk platform mitra pengemudi, penjualan pedagang, dan pembangunan jejaring go-to-market lokal tingkat kota di seluruh Indonesia.
Di bawah kepemimpinannya, Gojek berekspansi ke lebih dari 100 kota di Indonesia, dan mengembangkan jejaring mitra pengemudi hingga lebih dari 2 juta mitra driver di Asia Tenggara.
Sebelum bergabung dengan Gojek, Hans adalah COO of Paper dari PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk, anggota Sinarmas Group, dari 2015-2017.
Sebelumnya Partner di McKinsey, firma konsultan manajemen, dari 2008-2014 di Shanghai, Singapura, dan Jakarta. Hans memperoleh gelar Bachelor of Science in Chemical Engineering dari University of Notre Dame, Indiana, Amerika Serikat, 1997.
CEO GOTO Patrick Walujo Mengundurkan Diri
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengumumkan pengunduran diri Chief Executive Officer (CEO) Patrick Walujo pada Senin, (24/11/2025). Ia telah menjabat sebagai direktur utama GOTO sejak Juni 2023. Adapun Patrick Walujo akan digantikan oleh Hans Patuwo yang telah dinominasikan menjadi CEO GOTO. Pengangkatan Hans Patuwo akan diajukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 17 Desember 2025.
Nominasi dan transisi ini merupakan bagian dari proses sukses yang telah disiapkan secara matang oleh direksi yang mencerminkan komitmen perusahaan untuk memastikan stabilitas, kesinambungan strategi dan penguatan eksekusi operasional seiring GoTo memasuki fase pertumbuhan berikutnya menuju profitabilitas berkelanjutan.
Sementara itu, Direktur Utama GoTo Patrick Walujo menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh keluarga besar GoTo atas dedikasi luar biasa selama 2,5 tahun ini. “Kerja keras seluruh tim telah menjadi kunci dalam membawa GoTo pada posisi yang lebih baik,” kata dia.
Patrick juga memberikan selamat kepada Hans yang telah memegang peran penting dalam perjalanan GoTo selama hampir satu dekade. Ia memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai operasional GoTo mulai dari pengalaman di lapangan hingga keputusan strategi korporasi.
Kapabilitas kepemimpinan yang telah teruji serta integritas yang dimilikinya menjadikan Hans sosok yang tepat untuk memimpin GoTo memasuki babak baru perjalanannya.
“Dengan pengalaman hampir delapan tahun di Gojek, Gopay dan selanjutnya GoTo, Hans telah memimpin berbagai lini utama perusahaan. Beliau bergabung dengan Gojek pada 2018 sebagai Chief Operating Officer yang berfokus pada operasional mitra pengemudi dan transportasi, memperkuat salahs atu fondasi paling vital bagi ekosistem GoTo,” kata dia.
Peran Strategis
Hans juga memainkan peran strategis dalam pengembangan dan ekspansi GoTo Financial (GTF) serta memimpin bisnis itu sebagai presiden, sehingga menjadikannya salah satu platform fintech terkemuka di Indonesia.
Dalam jabatannya saat ini sebagai Chief Operating Officer dan Presiden On-Demand Services (ODS), Hans memimpin seluruh operasional di dalam ekosistem perusahaan. Melalui peran itu ia berhasil mendorong pertumbuhan, efisiensi dan profitabilitas lewat disiplin operasional yang berbasis data.
Sebelum bergabung dengan Gojek Hans memiliki pengalaman bekerja di Amerika Serikat, China dan Singapura di berbagai perusahaan multinasional, termasuk menjabat sebagai partner di firma konsultan manajemen McKinsey.