Profil Amancio Ortega, Miliarder Bos Zara yang Borong Gedung-Gedung Mewah di Kanada

Amancio Ortega, pendiri Zara, kembali menghebohkan pasar setelah membeli salah satu gedung termahal di Kanada. Siapa sebenarnya sosok ini?

oleh Arthur GideonDiterbitkan 24 November 2025, 06:00 WIB
Amancio Ortega Gaona, pendiri grup mode Inditex (pemilik Zara), terlihat berjalan selama Pertunjukan Pacuan Kuda Internasional Casas Novas di Arteixo, Spanyol, pada 30 Juli 2016. (AP Photo/Iago Lopez)

Liputan6.com, Jakarta - Pendiri Zara, Amancio Ortega, kembali menjadi perhatian setelah kantor investasinya dikabarkan membeli gedung The Post—kompleks perkantoran dan ritel ikonik di pusat kota Vancouver—senilai USD 1,1 miliar atau kurang lebih Rp 18,3 triliun (kurs dolar Rp 16.671). Transaksi ini menjadi yang terbesar di Kanada pada 2024 untuk sektor properti komersial, sekaligus masuk tiga besar di Amerika Utara.

Langkah ini menambah panjang daftar investasi real estat Ortega yang tersebar di berbagai negara.

Siapa sebenarnya Amancio Ortega dan bagaimana ia membangun kerajaan bisnis hingga menjadi salah satu orang terkaya di dunia?

Dikutip dari Yahoo Finance, Senin (23/11/2025). perjalanan Ortega dimulai di Spanyol, tempat ia bekerja sebagai remaja di sebuah bengkel pembuat kemeja. Pada 1975, ia mendirikan Zara bersama mantan istrinya, Rosalia Mera.

Ia dikenal sebagai pionir fast fashion berkat strategi integrasi vertikal—mulai dari desain, produksi, distribusi, hingga penjualan—yang memungkinkan Zara merespons tren dengan sangat cepat.

Pada 1985, keduanya mendirikan Inditex, perusahaan induk yang kini menaungi berbagai merek lain. Konsumen di Kanada mungkin mengenal Massimo Dutti, sementara merek Inditex lain seperti Bershka, Pull&Bear, Stradivarius, dan Zara Home tersebar di Eropa, Asia, Afrika, Timur Tengah, Meksiko, dan Amerika Selatan.

Zara sebagai merek utama memiliki lebih dari 2.000 toko di 96 negara, dengan penjualan bersih mencapai €27,7 miliar pada 2024.

 

Berapa kekayaan Ortega saat ini?

Amancio Ortega Gaona, pendiri grup mode Inditex (pemilik Zara), terlihat berjalan selama Pertunjukan Pacuan Kuda Internasional Casas Novas di Arteixo, Spanyol, pada 30 Juli 2016. (AP Photo/Iago Lopez)

Menurut Forbes per 21 November, kekayaan Ortega mencapai USD 122 miliar, menempatkannya sebagai orang terkaya ke-14 di dunia. Versi Bloomberg mencatat kekayaannya USD 114 miliar dan berada di posisi ke-16 dunia.

Apa pun versinya, Ortega tetap menjadi orang terkaya di Spanyol dan kedua terkaya di Eropa setelah Bernard Arnault, bos LVMH.

Apa itu Pontegadea dan apa saja asetnya di Kanada?

Pontegadea Inversiones SL adalah kantor keluarga Ortega yang mengelola portofolio investasinya. Melalui perusahaan ini, keluarga Ortega memegang 59% saham Inditex.

Investasi Pontegadea di Kanada dimulai pada 2014 dengan pembelian properti 150 Bloor St. West di Toronto senilai USD 255 juta. Gedung ini menjadi rumah bagi gerai Louis Vuitton dan Tiffany & Co.

Pada 2022, Pontegadea membeli kompleks perkantoran Royal Bank Plaza di Toronto senilai USD 1,2 miliar. Tahun 2024, perusahaan ini juga mengakuisisi pusat distribusi Amazon seluas 970.000 kaki persegi di Burnaby, British Columbia.

Aksi terbarunya adalah pembelian The Post di Vancouver, gedung bersejarah yang dulu menjadi fasilitas pemrosesan surat pada 1958 dan telah direvitalisasi menjadi kompleks perkantoran modern seluas 1,1 juta kaki persegi.

 

Apa Saja Aset Ortega di seluruh Dunia?

Portofolio global Pontegadea sangat luas, mencakup properti komersial, residensial, hingga infrastruktur. Menurut Bloomberg, strategi ini bertujuan melindungi kekayaan Ortega dari pajak kekayaan di Spanyol.

Perusahaan ini memiliki gudang-gudang besar di Inggris, Irlandia, Belanda, Jerman, serta banyak lokasi di Amerika Serikat. Pontegadea juga memiliki gedung perkantoran di kota-kota besar dunia seperti London, Madrid, Miami, San Francisco, New York, dan Washington, D.C., serta properti hunian di Dublin, New York, Chicago, dan Seattle.

Pada Juli lalu, perusahaan pelabuhan dan logistik Inggris PD Ports mengumumkan bahwa Pontegadea membeli 49% saham perusahaan dari Brookfield Asset Management.

Selain properti, keluarga Ortega juga memiliki saham di operator parkir Eropa Q-Park, perusahaan energi Enagas SA, perusahaan telekomunikasi Telxius Telecom SA, hingga proyek-proyek energi Repsol SA, termasuk ladang angin dan proyek tenaga surya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya