BJA Group Buktikan Industri Wood Pellet Bisa Tumbuh Tanpa Deforestasi, Tanam 20 Juta Pohon Gamal

BJA Group menegaskan membuktikan bahwa industri biomassa Indonesia bisa maju melalui reforestasi, bukan deforestasi.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 22 November 2025, 16:35 WIB
Direktur BJA Group, Zunaidi (kiri) meninjau kawasan pohon gamal hasil penanaman pertama pada tahun 2022 yang kini tumbuh hingga belasan meter. (Dok Biomasa Jaya Abadi)

Liputan6.com, Jakarta - PT BJA Group, produsen wood pellet terintegrasi dengan kapasitas izin terbesar di Indonesia, kembali mempertegas komitmennya dalam mendukung transisi menuju energi hijau terbarukan. Komitmen ini diwujudkan melalui praktik pengelolaan biomassa yang legal, berkelanjutan, dan bebas dari deforestasi.

Sebagai salah satu tonggak penting dalam perjalanan keberlanjutan perusahaan, BJA Group yang terdiri dari PT Biomasa Jaya Abadi (BJA), PT Banyan Tumbuh Lestari (BTL), dan PT Inti Global Laksana (IGL), menggelar aksi penanaman pohon gamal ke-20 juta.

Direktur Biomasa Jaya Abadi (BJA) Group, Zunaidi, menegaskan bahwa penanaman masif ini merupakan simbol komitmen perusahaan untuk mengembangkan bioenergi yang lestari sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di Gorontalo.

“Setiap pohon gamal yang kami tanam bukan sekadar tanaman energi, tetapi representasi dari komitmen kami untuk menghijaukan masa depan dan membangun sumber energi terbarukan dari bahan baku yang lestari,” ujar Zunaidi dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/11/2025).

Ia menekankan bahwa inisiatif ini membuktikan bahwa industri biomassa Indonesia dapat tumbuh tanpa deforestasi, melainkan melalui reforestasi yang terencana dan berkelanjutan. Penanaman gamal ke-20 juta pohon ini juga menanam harapan bagi keberlanjutan energi dan sumber penghidupan masyarakat di Kabupaten Pohuwato.

Aksi penanaman pohon ke-20 juta ini dilaksanakan di area penanaman milik BTL yang berlokasi di Blok I-10, Popayato Timur, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo.

 

BTL Tanam Gamal di Lahan 4.080 Hektare, Jamin Kualitas Bahan Baku EBT

Karyawan BJA Group memperlihatkan proses pembibitan pohon gamal yang seluruhnya dikelola secara mandiri oleh perusahaan. (Dok Biomasa Jaya Abadi)

Penanaman pohon gamal oleh BTL di Gorontalo dimulai sejak Mei 2022. Hingga saat ini, total pohon gamal yang telah tertanam mencapai sekitar 20.400.000 pohon yang tersebar di area seluas kurang lebih 4.080 hektare. Seluruh tanaman yang ditanam merupakan hasil pembibitan mandiri.

Pohon gamal yang ditanam pada periode awal kini telah mencapai tinggi sekitar 8 meter dengan diameter batang sekitar 8 cm. Tanaman ini nantinya akan dipanen saat berusia 4-5 tahun, dengan diameter batang sekitar 10-15 cm dan tinggi 10-12 meter.

Gamal dipilih sebagai bahan baku wood pellet BJA karena termasuk tanaman terubusan. Artinya, tanaman ini dapat dipanen hingga 4 sampai 5 kali dalam satu kali tanam dengan siklus panen yang sama (4-5 tahun sekali). Selain merupakan sumber bahan baku Energi Baru Terbarukan (EBT), gamal juga dinilai sangat signifikan untuk konservasi lingkungan.

Tanaman ini tumbuh cepat dengan kepadatan tinggi, yaitu 5.000 pohon per hektare, serta memiliki penyebaran perakaran yang luas, menjadikannya pilihan ideal untuk reforestasi sekaligus menjaga lingkungan. Seluruh proses produksi wood pellet BJA Group dipastikan legal, lestari, transparan, dan memenuhi standar SVLK (Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian).

 

SVLK Jamin Produk Wood Pellet Bebas Deforestasi dan Sejahterakan Warga

Direktur PT Biomasa Jaya Abadi Iskandar (kedua kanan) melakukan simbolis penanaman ke-20 Juta Pohon Gamal yang berlangsung di Popayato, Gorontalo. (Dok BJA)

Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari Kementerian Kehutanan, Laksmi Wijayanti, menegaskan bahwa SVLK menjamin setiap produk hasil hutan, termasuk wood pellet, dapat ditelusuri asal-usulnya, legal, dan diproduksi secara berkelanjutan. Sistem ini sangat sejalan dengan komitmen Indonesia dalam Nationally Determined Contribution (NDC) dan perjanjian internasional.

"Kami ingin menunjukkan bahwa industri wood pellet Indonesia legal, lestari, dan menyejahterakan sehingga bisa menjadi contoh bagi dunia," tegas Zunaidi.

Selain mendukung masa depan yang hijau, BJA Group juga membuktikan kontribusi positif dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. Sejak beroperasi di sana, perusahaan telah menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Hingga September 2025, jumlah tenaga kerja di BJA Group, termasuk tenaga kerja bongkar muat (TKBM), mencapai 1.501 orang. Sebanyak 84,5% dari total tersebut adalah putra daerah Provinsi Gorontalo.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya